NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ada tempat nongkrong estetik tak jauh dari Kecamatan Prambon, Nganjuk.
Tepatnya di Jalan Merbabu, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, sebuah rumah dinas lama milik karyawan PG Meritjan disulap jadi kafe vintage.
Bangunan kafe ini masih mempertahankan arsitektur kolonial Belanda. Ciri khasnya tampak pada pintu dan jendela yang tinggi dan lebar, langit-langit menjulang, hingga ruang-ruang yang lega. “Rumah ini dulunya dipakai pegawai pabrik gula,” ungkap Saiful, pensiunan PG Meritjan.
Baca Juga: Enak dan Murah, Pentol Aci Umi Asih Yang Viral di Media Sosial
Kini, rumah tersebut selalu ramai pengunjung. Area parkirnya kerap penuh motor dan mobil.
Daya tarik utamanya bukan hanya nuansa bangunan lawas, tapi juga interior jadul: sofa kayu, hiasan dinding foto hitam-putih era awal kemerdekaan, dan standing mirror berukuran besar yang jadi spot favorit terutama bagi pengunjung perempuan.
Baca Juga: Kreco, Kuliner Unik Khas Kediri dengan Cita Rasa Gurih Pedas
Mayoritas pengunjung adalah anak muda. Wajar, karena harga menu sangat terjangkau.
Minuman dibanderol mulai Rp7 ribu hingga Rp14 ribu, dari kopi pahit seperti kopsu antheng, hingga varian kekinian seperti matcha, choco, taro, red velvet, dan oreo.
“Kalau mau yang segar bisa pilih strawberry squash atau strawberry sparkult,” kata Nisa Faradilla, pengunjung berusia 20 tahun.
Baca Juga: Nikmatnya Hidangan Sambelan di Warung Sor Talok
Untuk makanan, harganya antara Rp8 ribu–Rp15 ribu. Camilan dibanderol Rp10 ribu–Rp15 ribu. Menu “marmindo” disebut jadi favorit karena porsinya mengenyangkan.
Baca Juga: Drama Cincin Mleyot, Damkar Nganjuk Turun Tangan Selamatkan Jari Lansia
Selain area indoor, kafe ini menyediakan outdoor yang luas dan nyaman dengan beberapa spot foto.
Area luar ruangan ini juga kerap dipakai pengunjung untuk mabar (main bareng) game.
Editor : Miko