JP RADAR NGANJUK Di tengah menjamurnya jajanan kekinian, kuliner tradisional tetap mampu mencuri perhatian. Salah satunya adalah Es Puter Pak Min, yang kini viral di Surabaya. Berlokasi di Jl. Manyar Kertoarjo V, Mojo, Gubeng, tepat di depan Bonnet Swalayan, warung ini setiap sore selalu dipadati antrean panjang para pencinta es.
Daya tarik utamanya ada pada 7 varian rasa yang ditawarkan: cokelat, kelapa muda, durian, nangka, alpukat, kacang hijau, dan ketan hitam. Teksturnya dikenal padat dan tidak “kopong”, sehingga pelanggan merasa puas dengan setiap suapan. Banyak yang menyebut, es puter ini benar-benar menghadirkan rasa yang otentik tanpa kehilangan kesegaran khasnya.
Soal harga, Es Puter Pak Min tetap ramah di kantong. Satu gelas ukuran sedang dibanderol sekitar Rp 12.500 per rasa, sedangkan porsi kecil alias “lepek” hanya Rp 3.000 per scoop. Warung buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga habis, atau sesuai jam resmi yang dicantumkan akun Instagram: 16.30–21.30 WIB.
Baca Juga: Es Campur Tidar, Kesegaran Legendaris yang Tak Lekang Waktu
Lokasinya memang sedikit masuk gang, namun posisi strategis di depan Bonnet Swalayan membuat warung mudah dikenali. Banyak video YouTube dan konten Instagram memperlihatkan antrean sudah mengular bahkan sebelum warung dibuka, menandakan tingginya antusiasme warga.
Fenomena viralnya juga diperkuat oleh media sosial. Artikel Pikiran Rakyat menyebut banyak pengunjung rela antre demi mencicipi 7 varian rasa yang selalu ludes tiap malam. Visual scoop es puter dengan warna-warni rasa kerap menghiasi reels dan TikTok, menambah daya tarik di kalangan anak muda.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Dengan permintaan yang tinggi, menjaga kualitas rasa, tekstur padat, serta kuantitas varian menjadi kunci agar popularitas ini tidak meredup. Jika konsistensi terjaga, Es Puter Pak Min berpeluang besar menjadi ikon kuliner tradisional Surabaya yang tak kalah bergengsi dengan jajanan modern.
Dita Amelia Ningsih
Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi