Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Meleleh dalam Harmoni: Sensasi Coklat Pistachio yang Menggugah Lidah dan Cerita di Baliknya

Internship Radar Kediri • Selasa, 7 Oktober 2025 | 17:07 WIB

Cokelat pistachio, perpaduan cokelat creamy dengan isian kacang pistachio yang gurih dan mewah.
Cokelat pistachio, perpaduan cokelat creamy dengan isian kacang pistachio yang gurih dan mewah.

JP RADAR NGANJUK Pistachio, si “emas hijau” dari Timur Tengah, kini kembali menjadi sorotan dalam dunia kuliner modern. Kacang yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun ini awalnya dikenal sebagai simbol kemewahan dan kebahagiaan dalam budaya Persia kuno. Sementara itu, cokelat yang berasal dari peradaban Mesoamerika dianggap sebagai “makanan para dewa”. Perpaduan antara pistachio dan cokelat menyatukan dua warisan kuliner dunia: gurih-renyah khas Timur Tengah dan manis-lembut khas Amerika Latin.

Sejarah pistachio berawal dari kawasan kering di Iran, Irak, dan Suriah. Pohon Pistacia vera tumbuh subur di iklim panas dan kering, menjadikannya tanaman yang tahan lama dan bernilai tinggi. Seiring waktu, kacang ini menyebar ke kawasan Mediterania, lalu ke India melalui jalur perdagangan kuno.

Di India, pistachio—yang dikenal sebagai pista—menjadi bagian penting dalam berbagai hidangan manis dan camilan khas. Di sisi lain, cokelat berakar dari budaya suku Olmec dan Maya yang memanfaatkan biji kakao sebagai minuman upacara sakral. Ketika kakao dibawa ke Eropa oleh bangsa Spanyol pada abad ke-16, cokelat mengalami transformasi besar. Revolusi Industri kemudian memungkinkan produksi cokelat padat yang lebih terjangkau dan menjadi camilan universal.

Baca Juga: Resep Kue Coklat Kukus Lembut Tanpa Oven & Telur ala Dapur Gulapedia, Simpel dan Anti Gagal!

Ketika kedua bahan ini bertemu, lahirlah perpaduan rasa yang menawan: gurih renyah pistachio berpadu dengan manis lembut cokelat, menciptakan harmoni rasa yang kompleks namun seimbang. Kombinasi ini bukan sekadar camilan, tetapi pengalaman sensorik yang menonjolkan kontras tekstur dan keseimbangan rasa. Tidak heran jika cokelat pistachio kini menjadi salah satu tren kuliner paling diminati di berbagai negara.

Salah satu fenomena yang mempopulerkan kombinasi ini adalah “Cokelat Dubai”, ciptaan Sarah Hamouda, pendiri Fix Dessert Chocolatier di Uni Emirat Arab. Pada tahun 2021, cokelat ini viral karena tampilannya yang elegan dan cita rasa yang memadukan krim pistachio, pasta tahini, serta serpihan knafeh—kue khas Timur Tengah berbahan adonan tipis yang direndam sirup manis.

Perpaduan bahan-bahan tradisional dan teknik pengolahan modern menjadikan cokelat ini sebagai simbol kemewahan baru. Harga satu batangnya bahkan bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp700.000.

Baca Juga: Manisnya Kota Angin: Ini Dia 5 Toko Kue dan Roti Pilihan di Nganjuk yang Wajib Dicoba!

Tren pembuatan cokelat pistachio kini berkembang pesat. Banyak produsen cokelat artisanal yang berfokus pada bahan-bahan premium, mulai dari pistachio panggang tanpa pemutih hingga cokelat couverture berkualitas tinggi. Proses pembuatannya melibatkan teknik tempering untuk menghasilkan tekstur cokelat yang mengilap dan renyah sempurna. Beberapa pembuat juga menambahkan elemen khas Timur Tengah seperti tahini atau kunafa untuk memberikan sensasi rasa berlapis dan aroma autentik. Tren ini bahkan merambah ke dunia minuman dan dessert modern, seperti Pistachio Latte dan es krim pistachio yang kini banyak ditemukan di kafe-kafe global.

Namun, tidak perlu jauh-jauh ke Dubai untuk menikmati sensasi cokelat pistachio. Dengan bahan sederhana dan sedikit kreativitas, kamu bisa membuat versi rumahan yang tak kalah lezat. Cukup siapkan cokelat couverture, kacang pistachio, knafeh, dan cokelat putih. Prosesnya melibatkan pembuatan pistachio butter dari kacang panggang yang dihaluskan, lalu dicampur dengan knafeh sangrai dan cokelat leleh. Setelah dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan, kamu akan mendapatkan cokelat pistachio bertekstur renyah dan kaya rasa—sempurna sebagai camilan keluarga atau hadiah istimewa.

Perpaduan cokelat dan pistachio bukan sekadar tren sesaat, melainkan simbol pertemuan budaya dan rasa dari dua dunia kuliner yang berbeda. Dari Persia hingga Amerika Latin, dari kerajaan kuno hingga dapur modern, “emas hijau” ini terus menginspirasi inovasi dan kenikmatan di setiap gigitan cokelat.

Baca Juga: Bikinnya Mudah, Ini Resep Kue Kering Cocok Untuk Cemilan Lebaran Warga Nganjuk

 

Dita Amelia Ningsih

Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

 

Editor : Karen Wibi
#cokelat #sensasi #india #iran #pistachio #suriah #irak