Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pelajar Datang Hanya untuk Foto Estetik

Karen Wibi • Senin, 22 Desember 2025 | 00:37 WIB

NUANSA ALAM: Pelajar foto di Jembatan Wisata Jolotundo. Mereka hunting foto di sana.
NUANSA ALAM: Pelajar foto di Jembatan Wisata Jolotundo. Mereka hunting foto di sana.

Wisata Jolotundo Menjelang Libur Sekolah

Kabupaten Nganjuk memiliki banyak tempat wisata terkenal. Salah satu diantaranya adalah Jolotundo Glamping & Edu Park. Setiap musim libur, pengunjung di Jolotundo selalu membeludak. Namun, mereka datang ke sana bukan untuk menikmati menu-menu di sana. Hanya, mencari spot foto untuk mendapatkan foto estetik. 

KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

Musim libur Natal dan tahun baru (nataru) akan tiba. Seluruh pelajar di Kabupaten Nganjuk mendapat jatah libur hingga dua minggu. Selama liburan, banyak kegiatan yang biasa dilakukan oleh para pelajar dan masyarakat di Kota Angin. Salah satunya adalah berkunjung ke tempat wisata.

Nah, di Nganjuk, banyak tempat wisata bagus yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Jolotundo Glamping & Edu Park. Tempat wisata yang berlokasi di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret itu selalu menjadi jujugan bagi wisatawan yang ingin mengha­biskan waktu liburan.

“Saya ke Jolotundo karena mau foto estetik,” ujar Melisa Sari, 14, siswi SMPN di Nganjuk

Di Jolotundo, banyak spot foto estetik. Hal ini membuat pelajar tertarik berkunjung ke sana. Mereka mengeksplor Jolotundo untuk mendapatkan foto-foto keren. “Foto-foto ini nanti akan saya upload di media sosial,” ujar Melisa yang ke Jolotundo bersama teman-temannya. 

Sementara itu, Owner Jolotundo Glamping & Edu Park Ridhan Nandari mengatakan, akhir tahun selalu ada peningkatan pengunjung. Karena libur sekolah dan banyak hari libur nasional.  

Di Jolotundo, Ridhan tidak memberlakukan tiket masuk. Untuk bisa masuk, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir. Untuk sepeda motor Rp 5 ribu. Sedangkan, mobil Rp 10 ribu. Untuk Elf, parkirnya Rp 15 ribu. Setelah itu, para pengunjung dapat menghabiskan waktu hingga malam hari di area Jolotundo. “Pengunjung baru akan membayar ketika beli makanan dan minuman atau menggunakan wahana di Jolotundo,” tambahnya.

Ternyata hal itu banyak dimanfaatkan oleh para pengunjung. Ridhan banyak menemukan pengunjung yang berfoto tanpa membeli makanan dan minuman di area wisata. Alih-alih menegur, Ridhan mengatakan dirinya tetap akan mempersilakan pengunjung tersebut.

Ridhan mengaku tak masalah dengan pengunjung yang ke Jolotundo hanya untuk berfoto. Dirinya tetap ingin berfikiran positif. Dengan masyarakat yang berfoto dan diupload ke sosial media, kata Ridhan, hal itu dapat menjadi promosi gratis bagi Jolotundo.

Justru, kondisi tersebut malah membawa berkah bagi Jolotundo. Buktinya? Sejak beroperasi di tahun 2022, Jolotundo selalu ramai pengunjung. Terlebih di musim liburan.

Kunjungan ke Jolotundo bahkan tidak hanya dilakukan oleh warga lokal. Melainkan hingga internasional. Warga negara dari Inggris, Swedia, Jepang, hingga China disebut sering berkunjung ke Jolotundo di musim liburan. “Menggratiskan biaya masuk dan memperbolehkan pengunjung hanya foto-foto saja itu malah membawa berkah,” ujar Ridhan. (wib/tyo)

 

Editor : Karen Wibi
#wisata murah #nganjuk #libur sekolah #jolotundo