Wisata Air Terjun Coban Kepel: Pengunjung Membeludak karena Bisa Merasakan Nuansa Alami
Karen Wibi• Rabu, 24 Desember 2025 | 01:54 WIB
SEDANG VIRAL: Pengunjung Air Terjun Coban Kepel di Kecamatan Ngetos menikmati keindahan alam.
Menikmati Keindahan Air Terjun Coban Kepel yang Viral di Nganjuk
Kabupaten Nganjuk tidak pernah kehabisan tempat wisata yang menarik. Terakhir ada air terjun yang kembali viral beberapa bulan terakhir. Yaitu Air Terjun Coban Kepel. Air terjun yang berada di Kecamatan Ngetos itu banyak dikunjungi karena dianggap sebagai air terjun yang masih alami.
Kabupaten Nganjuk memiliki banyak air terjun yang terkenal. Seperti Air Terjun Sedudo hingga Air Terjun Singokromo. Namun di antara banyaknya air terjun yang terkenal itu, ada satu air terjun yang menarik perhatian masyarakat beberapa bulan terakhir. Yaitu Air Terjun Coban Kepel.
Air terjun yang berada di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos itu sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun karena kondisi yang tidak terawat, tidak banyak yang berkunjung ke air terjun tersebut.
Namun semua berubah sejak beberapa bulan terakhir. Air terjun yang berada di kaki Gunung Wilis itu kian terkenal. Banyak wisatawan yang berkunjung setiap harinya. Bahkan jumlahnya mencapai ratusan di akhir pekan. “Dulu hanya warga lokal yang tahu. Karena memang jalannya yang sulit,” ujar Camat Ngetos Nuri Prihandoko kepada wartawan koran ini.
KEREN: Air Terjun Coban Kepel jadi jujugan wisatawan lokal yang hobi menikmati keindahan nuansa alam.
Nuri menjelaskan, air terjun tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun baru terkenal sekitar September tahun ini. Penyebabnya ada seorang content creator yang membuat konten di air terjun. Konten tersebut menceritakan tentang air terjun Coban Kepel yang dianggap hidden gem. Istilah hidden gem sendiri merujuk pada tempat istimewa yang tidak banyak diketahui masyarakat. “Setelah itu langsung booming. Banyak yang berkunjung ke air terjun,” tambahnya.
Mereka bisa bermain air yang jernih dan mandi di sana.
Namun, bukan alasan itu saja yang membuat wisatawan mau berkunjung ke Coban Kepel. Annisa Mufti, 15, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret mengatakan memiliki alasan mengapa rela menempuh jarak sekitar 10 kilometer (km) untuk berkunjung ke Coban Kepel. Salah satunya karena Coban Kepel yang dianggap sebagai air terjun yang masih alami. “Saya tidak hanyaFOMO(Fear of Missing Out, Red). Tapi karena air terjunnya memang bagus,” ujarnya.
Ditambah tidak ada biaya masuk untuk ke area Air Terjun Coban Kepel. Wisatawan yang berkunjung hanya perlu membayar biaya parkir senilai Rp 5 ribu. Setelah itu mereka bisa sepuasnya berada di Coban Kepel.
Sementara itu, dari pantauan koran ini, banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Coban Kepel. Mayoritas wisatawan yang berkunjung menghabiskan waktu untuk berfoto. Sementara yang wisatawan lain menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di tepi aliran air sembari melihat pemandangan air terjun. (wib/tyo)