AKSES menuju Air Terjun Coban Kepel masih jauh dari kata bagus. Bahkan, untuk bisa masuk area Coban Kepel, para pengunjung harus rela berjalan kaki sejauh 2 kilometer (Km).
Tidak hanya itu saja masalahnya. Karena selain jarak yang jauh, akses jalan menuju Coban Kepel masih sulit untuk dilalui. Pengunjung harus rela berjalan kaki di jalan berlumpur dan berbatu. Ditambah ada satu sungai kecil yang harus dilewati tanpa adanya jembatan.
Namun ternyata hal itu bukan dianggap masalah bagi sebagian orang. Justru, jalan berlumpur dan berbatu itu dianggap sebagai ujian untuk menemukan hidden gem. Seperti yang dikatakan oleh Annisa Mufti, 15, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret. “Tidak masalah kalau harus lewat jalan sulit. Karena pasti seru kalau bersama teman-teman,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Ngetos Nuri Prihandoko mengatakan, masalah akses sulit itu sudah diminimalisir oleh pemerintah desa. Menurutnya ada beberapa jalan yang sudah dibuat lebih bagus. Salah satu contohnya dengan memadatkan tanah bergelombang dan menambal jalan yang berlubang.
Selain itu pihak desa juga sudah menyiapkan kantong-kantong parkir bagi kendaraan roda dua. Sedangkan bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan roda empat harus menyewa ojek sepeda motor yang sudah disediakan. “Pihak desa juga sudah menyiapkan penunjuk arah ke Coban Kepel. Tujuannya agar tidak ada yang tersesat,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi