BERKAH LIBUR: Penjual ikan di Bendungan Baduk laris manis. Ikan wader diburu warga luar kota.
Melilhat Pasar Ikan Baduk saat Libur Natal dan Tahun Baru
Kabupaten Nganjuk memiliki pasar ikan. Namanya adalah Pasar Ikan Baduk. Karenalokasinya berada di Bendungan Baduk di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom. Setiap musim liburan, pasar ikan tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan.
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
MUSIM liburan telah tiba. Para pelajar hingga karyawan sedang menikmati masa liburan yang akan berlangsung hingga minggu depan. Selama masa liburan itu, banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya dengan berburu ikan sungai.
Ya, berburu ikan sungai. Namun kegiatan berburu itu tidak dilakukan langsung di sungai. Melainkan di pasar ikan. Di Nganjuk, ada sebuah pasar ikan yang namanya sangat terkenal. Yaitu, Pasar Ikan Baduk. Lokasinya ada di Bendungan Baduk yang berada di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom.
Sambungan dari hal 15
Nyaris setiap musim liburan tempat itu akan dipadati oleh wisatawan. "Pembeli ramai saat liburan," ujar Solekah, 50, salah satu penjual ikan di Pasar Ikan Baduk.
Setidaknya ada enam penjual ikan di Pasar Ikan Baduk. Keenam penjual ikan itu berjualan dengan posisi berjejer ke samping. Sedangkan, ikan yang dijual diletakkan di sebuah ember kecil. Ikan-ikan yang dijual sangat beraneka ragam. Mulai dari ikan wader, tawes, nila, lele, gurami, belut, dan masih banyak yang lainnya.
Menurut Solekah, dari banyaknya ikan tersebut, ikan wader masih jadi primadona. Setiap harinya dia bisa menjual belasan ikan wader kepada pengunjung. “Biasanya harganya Rp 30 ribu. Tapi karena musim libur, harganya jadi Rp 40 ribu,” tambahnya.
Meski harga naik, pengunjung tidak peduli. Mereka tetap memburu ikan wader. Bahkan pengunjung yang mencari ikan wader tidak hanya berasal dari Kabupaten Nganjuk. Melainkan dari daerah sekitar. Salah satunya dari Kabupaten Kediri.
Ikan wader yang dibeli juga selalu dalam jumlah yang banyak. Alhasil Solekah dan beberapa penjual lainnya kewalahan. Karena ikan wader tidak didapat dari peternakan. Melainkan langsung dari sungai. “Ikan wader harus dicari dulu di sungai. Karena harus dicari dulu, stoknya jadi tidak tentu,” tandasnya. (wib/tyo)