Wisata Tani Betet Nganjuk Banjir Pengunjung, Cukup Bayar Parkir Bisa Keliling Sungai Pakai Perahu!
Karen Wibi• Senin, 5 Januari 2026 | 15:24 WIB
WISATA DESA: Pengunjung menikmati perahu wisata di Wisata Tani Betet saat libur Nataru.
Melihat Tempat Wisata di Nganjuk saat Liburan
Kabupaten Nganjuk tidak pernah kehabisan tempat wisata menarik. Salah satunya adalah Wisata Tani Betet yang berada di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot. Selama musim libur, tempat wisata yang sudah buka sejak 2019 lalu itu dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya.
MUSIM libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2026 menjadi waktu yang pas untuk berwisata. Nah, di Kabupaten Nganjuk, banyak destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Wisata Tani Betet yang berada di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot.
Tempat wisata yang dikelola oleh Pemerintah Desa Betet itu dianggap jadi destinasi wisata yang pas dikunjungi di awal Januari. Bukan hanya karena tempatnya yang menarik, namun karena biaya masuknya yang juga murah.
Hal itu seperti yang disampaikan oleh pengelola Wisata Tani Betet bernama Heri Siswanto. Dia mengatakan, untuk masuk ke tempat wisata, pengunjung hanya diwajibkan membayar karcis parkir. “Pengunjung hanya perlu bayar karcis parkir saja,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
SEMAKIN RAMAI: Anak-anak mewarnai di Wisata Tani Betet, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot saat tahun baru.
Biaya untuk karcis parkir juga sangat murah. Untuk sepeda motor, biaya parkir yang dikenakan hanya Rp 3.000 (motor). Sedangkan untuk kendaraan roda empat atau lebih hanya Rp 5.000 (mobil).
Setelah masuk, pengunjung akan disuguhkan dengan banyak wahana bermain. Salah satu yang paling terkenal adalah berkeliling dengan perahu. Kegiatan berkeliling dengan perahu itu dilakukan di aliran sungai yang ada di tengah Wisata Tani Betet.
Jika sudah berkeliling dengan perahu, pengunjung bisa berkunjung ke wahana lain. Mulai dari tempat mewarnai, odong-odong, dan masih banyak yang lainnya. “Pengunjung hanya perlu membayar Rp 5 ribu untuk setiap wahana,” tambahnya.
Orang tua yang tidak tertarik dengan wisata anak-anak juga tak perlu khawatir. Karena banyak tempat menarik yang bisa digunakan untuk menunggu si buah hati. Salah satunya adalah warung-warung yang ada di sekitar tempat wisata. Warung-warung itu menjual aneka ragam makanan dan minuman. “Orang tua yang menunggu juga bisa menjajal makanan dan minuman yang dijual oleh warga setempat,” tandasnya.
Menurut Heri, Wisata Tani Betet sudah jadi jujugan wisatawan sejak bertahun-tahun yang lalu. Setiap musim libur, jumlah kunjungannya selalu membeludak. Sebagai perbandingan, di hari biasa, kunjungan hanya di kisaran 200 orang. Namun saat musim libur, jumlah kunjungan per hari bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 orang lebih.
Mereka adalah wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Kabupaten Nganjuk. Melainkan dari luar Kota Angin. Seperti, Kabupaten Kediri, Jombang, dan Madiun. “Banyak orang yang penasaran dengan wisata berkeliling dengan perahu,” tandasnya.
Wisata berkeliling dengan perahu itu juga dianggap menarik oleh banyak wisatawan. Salah satunya adalah Siti Kotimah. Warga Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri itu mengaku tertarik dengan wisata berkeliling menggunakan perahu. “Saya sering lihat di sosial media. Sepertinya tempatnya bagus. Jadi saya ke sini,” ujar perempuan yang kini berusia 40 tahun itu. (wib/tyo)