Asem-Asem Kuncir di Nganjuk Jadi Magnet Ratusan Pelanggan Luar Kota
Karen Wibi• Senin, 2 Februari 2026 | 11:36 WIB
KULINER KHAS: Asem-Asem Bu Sri di Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos menjadi kuliner legendaris warga Kota Angin dan luar kota.
Menikmati Makanan Legendaris di Kuncir
Ada sebuah makanan khas dari Nganjuk yang sangat terkenal. Orang-orang menyebutnya dengan nama Asem-Asem Kuncir. Setiap harinya selalu ada ratusan orang yang rela mengantre. Namun ternyata ada kisah inspiratif di balik tempat makan yang ada di Kecamatan Ngetos itu.
KABUPATEN Nganjuk memiliki banyak sekali makanan khas. Namun di antara makanan khas itu, ada satu tempat makan yang sangat terkenal. Orang-orang menyebutnya dengan nama Asem-Asem Kuncir. Nama Asem-Asem diambil dari jenis masakan yang dijual. Sedangkan, nama Kuncir diambil dari lokasi tempat makan tersebut. Yaitu, Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos.
Warung makan yang berada di aliran Sungai Kuncir itu tidak pernah sepi. Setiap harinya selalu ada puluhan hingga ratusan orang yang datang. Tujuannya satu, yakni untuk membeli asem-asem buatan Sri Astutik.
Sri Astutik, owner Warung Asem-Asem Kuncir (foto kanan).
Namun sebelum seramai seperti saat ini, Asem-Asem Kuncir pernah mengalami masa sepi. Tidak tanggung-tanggung, masa-masa itu terjadi selama belasan tahun. Hingga sekitar lima tahun terakhir, nama Asem-Asem Kuncir mulai meledak. “Saya sudah berjualan di sini selama 20 tahunan. Selama 15 tahun pertama itu sepi sekali. Tidak seperti saat ini,” ujar Sri Astutik, pemilik warung Asem-Asem Kuncir kepada wartawan koran ini.
Perempuan yang akrab disapa Sri itu menceritakan, dulu, di awal tahun 2000-an, dirinya mulai membuka warung makan. Namun belum ada menu Asem-Asem di dalamnya. Melainkan hanya sate kambing dan gule. Dua menu itu bertahan hingga belasan tahun. Selama belasan tahun itu juga warung milik Sri tidak pernah ramai.
PORSI TERBATAS: Sri Astutik hanya menyediakan 50 porsi asem-asem kambing setiap hari.
Hingga tepat sebelum pandemi, Sri menambahkan satu menu. Yakni Asem-Asem. Menu baru itu dimasukkan tanpa sengaja. Ceritanya, pada waktu itu, Sri mendapat pesanan dari tetangga untuk membuatkan Asem-Asem. Tak disangka tetangganya itu memberi pujian pada Asem-Asem milik Sri. Tetangganya itu juga yang meminta Sri untuk menambahkan menu Asem-Asem di warung miliknya. Sri lalu mengiyakan. Dia tidak pernah berpikir jika menu Asem-Asem itu akan membuat warung miliknya seterkenal seperti saat ini. “Menu itu yang lalu membuat warung saya “meledak”. Sejak saat itu warung saya tidak pernah sepi. Selalu banyak pelanggan,” tandasnya. (wib/tyo)