Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Menikmati Arus Balik sambil Berburu Kuliner Khas Nusantara (1): Mantapnya Lontong Sayur Lebong untuk Start ke Nganjuk

rekian • Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

 

SEDAP: Lontong sayur khas Lebong menggunakan mi kuning.
SEDAP: Lontong sayur khas Lebong menggunakan mi kuning.

Hari ini Jawa Pos Radar Nganjuk akan menampilkan catatan arus balik wartawan Rekian dari Sumatera menuju Kota Angin. Berbeda dengan arus mudik yang menceritakan tentang kondisi arus lalu lintas, untuk arus balik Rekian akan berbagi pengalaman tentang berbagai macam kuliner khas di sepanjang perjalanan pulang ke Nganjuk.

Untuk perjalanan arus balik tahun ini, saya sengaja memilih rute yang berbeda dengan saat berangkat. Alih-alih melewati jalur yang sudah umum, kami memilih melewati jalur barat Sumatera. Melintasi kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Rutenya lebatnya hutan dari Bengkulu hingga langsung menembus ke wilayah Lampung yakni pesisir barat di Krui. Perjalanan di jalur ini tentu memakan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan jalur lintas tengah yang melewati Lubuklinggau, Palembang. Dengan harapan bisa menikmati kuliner khas sepanjang perjalanan pulang.  

 Baca Juga: Harga Murah karena Penjual Ingin Sedekah 

Bicara soal kuliner daerah, setiap tempat selalu punya "jagoan" yang membekas di lidah. Jika di Nganjuk kita punya Pecel Bledek yang pedasnya menggelegar, atau di Kediri kita mengenal gurihnya Soto Tamanan, maka di Lebong, Provinsi Bengkulu, ada satu primadona sarapan. Yaitu, Lontong Sayur khas Lebong.

Daya tarik dan ciri khas sajian utama ini ada pada olahan sayurnya. Bukan sekadar kuah santan biasa, isiannya menggunakan potongan nangka muda atau kacang panjang yang dimasak sedap dengan santan. Menariknya lagi, di dalam seporsi lontong sayur ini disisipkan mi kuning yang kenyal, kemudian dipadukan dengan taburan kerupuk merah yang kriuk renyah.

Tekstur lontong yang lembut berpadu dengan renyahnya kerupuk merah benar-benar menggugah selera. Harganya pun ramah di kantong. Satu porsinya dibanderol dengan harga Rp 7 ribu.

Lontong sayur khas Lebong ini sangat direkomendasikan untuk menu sarapan pagi. Porsinya pas dan bumbunya diracik sedemikian rupa sehingga tidak membuat ngantuk saat harus melanjutkan perjalanan mengemudi yang panjang.

 Baca Juga: Viral di Medsos karena Legendaris dengan Rasa Khas 

Bagi penikmat cita rasa spesifik, kuah santannya yang kental disajikan dalam dua pilihan yang memanjakan pelanggan. Yakni, kuah pedas yang warnanya sedikit oranye kemerahan, dan varian tanpa sambal yang warnanya lebih kuning pekat. Varian kuah kuning tanpa sambal ini rasanya sangat ramah dan creamy, sehingga sangat cocok untuk anak-anak. Praktis, usia berapa pun bisa menikmati makanan tradisional ini dalam satu meja.

Karena rasanya yang lezat dan ngangenin itu, sebelum benar-benar kembali mengaspal menuju perantauan di Nganjuk, Jawa Timur, mampir menyantap seporsi Lontong Sayur Lebong adalah sebuah kewajiban. Perut kenyang, badan kembali hangat, dan perjalanan arus balik membelah hutan Sumatera pun terasa jauh lebih menyenangkan.

 Baca Juga: Dulu Embung Kumuh Tak Terawat, Kini Wisata Tani Betet Jadi Ladang Cuan Desa dan Idola Wisatawan.

Perjalanan dari Lebong hingga ke Pelabuhan Bakauheni bisa memakan waktu selama 19 jam. Melewati tujuh kabupaten/kota. Yakni Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah. Lalu masuk Kota Bengkulu, lalu ke Kabupaten Seluma, Kaur, dan Bengkulu Selatan. Kemudian langsung ke Lampung. (tyo)

Editor : rekian
#kota anging #arus balik #lontong sayur #kuliner #jawa pos radar nganjuk #kuliner khas nusantara #arus mudik #bengkulu #lebong