Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Menyantap Gurihnya Nasi Grombyang Khas Kendal Jawa Tengah

rekian • Jumat, 27 Maret 2026 | 08:11 WIB
MENYEGARKAN: Nasi Grombyang khas Kendal Jawa Tengah. (FOTO: Rekian)
MENYEGARKAN: Nasi Grombyang khas Kendal Jawa Tengah. (FOTO: Rekian)

Aspal panas Tol Trans-Jawa bukan hanya soal adu cepat mencapai pelabuhan, tapi juga tentang jeda yang nikmat di sela kemudi. Memasuki wilayah Pemalang, Jawa Tengah, aroma rempah yang kuat memanggil dari balik pintu rest area.

Di sini, semangkuk Nasi Grombyang—kuliner legendaris yang memadukan kepekatan kluwak dan sentuhan tauco—menjadi amunisi sempurna bagi pemudik asal Nganjuk untuk menjaga stamina tanpa harus menanggung kantuk akibat kenyang yang berlebihan.

Perjalanan mudik dari Nganjuk menuju Lebong, Bengkulu, membawa saya pada sebuah perjumpaan rasa di Rest Area Pemalang.

Pilihan jatuh pada Nasi Grombyang, kuliner khas setempat yang namanya diambil dari cara penyajiannya. Kuahnya yang melimpah membuat isi mangkuk seolah bergoyang atau grombyang-grombyang.

Menariknya, saat sang penjual mengetahui saya berasal dari Jawa Timur, ia langsung melempar perbandingan yang akrab. "Ini mirip Rawon, Mas," ujarnya sembari meracik pesanan.

Benar saja, warna hitam kuahnya berasal dari kluwak, namun ada satu rahasia yang membedakannya secara tajam. Ada campuran tauco.

Penggunaan tauco memberikan dimensi rasa yang lebih kompleks. Yakni gurih yang mendalam, sedikit pedas, dan jejak rasa asam yang segar. Sangat berbeda dengan karakter Rawon Jawa Timur yang cenderung lebih tebal dan manis-gurih.

Bagi seorang jurnalis sekaligus pengemudi jarak jauh, porsi adalah segalanya. Nasi Grombyang disajikan dalam mangkuk kecil. Bagi sebagian orang mungkin terlihat sedikit, namun bagi pengemudi, ini adalah volume yang pas.

Prinsipnya sederhana, mengisi tenaga tanpa membuat perut membesar. Sebab, rasa kenyang yang berlebihan di balik kemudi adalah undangan terbuka bagi kantuk yang berbahaya.

Isian Nasi Grombyang di rest area ini didominasi oleh jeroan sapi yang empuk. Namun, sebuah catatan kecil bagi pemudik yang memiliki riwayat kolesterol: sebaiknya lebih bijak dalam mengonsumsi bagian jeroan agar kondisi fisik tetap stabil selama perjalanan.

Menikmati kuliner legendaris di fasilitas tol tentu memiliki harga tersendiri. Satu porsi Nasi Grombyang di sini dibanderol seharga Rp 35 ribu. Harga yang cukup sepadan untuk rasa autentik yang berhasil dipindahkan ke jalur bebas hambatan.

Untuk menyempurnakan santapan di tengah cuaca Jawa Tengah yang cenderung gerah, segelas es jeruk atau es teh manis menjadi pendamping yang tak tergantikan.

Rasa asam-manis dari minuman dingin seolah membilas lemak dari jeroan sapi, meninggalkan rasa segar yang siap menemani perjalanan beratus-ratus kilometer. Gurihnya Grombyang berhasil menjadi penawar letih yang paling mujarab.

Editor : rekian
#Tol Trans Jawa #rawon #kuliner khas #kuliner legendaris #jawa tengah