RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Pesona Grojogan Duwur Sumbermiri yang terletak di Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong, belakangan ini kembali mencuri perhatian jagat media sosial. Meski kerap dijuluki sebagai hidden gem atau permata tersembunyi karena lokasinya yang eksotis di tengah hutan, wisata alam ini rupanya belum menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Nganjuk. Hingga saat ini, catatan retribusi dari objek wisata viral tersebut masih berada di angka nol rupiah.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki pertimbangan khusus terkait penarikan retribusi di sejumlah titik wisata. Menurut pria yang akrab disapa Kang Marhaen ini, kelayakan sarana dan prasarana (sarpras) menjadi syarat utama sebelum pemerintah menarik pungutan dari pengunjung. Ia menegaskan bahwa Pemkab Nganjuk harus memberikan timbal balik berupa fasilitas yang memadai jika ingin memberlakukan sistem retribusi secara resmi.
Baca Juga: Dulu Embung Kumuh Tak Terawat, Kini Wisata Tani Betet Jadi Ladang Cuan Desa dan Idola Wisatawan.
Salah satu kendala utama di Grojogan Duwur Sumbermiri adalah akses jalan yang selama bertahun-tahun dinilai kurang representatif. Meski pada tahun lalu Pemkab Nganjuk telah memperbaiki jalan sepanjang 3 kilometer menuju lokasi, nyatanya masih terdapat sekitar 500 meter akses yang kondisinya rusak parah. Kang Marhaen berkomitmen untuk menuntaskan sisa perbaikan jalan tersebut pada tahun ini agar kenyamanan wisatawan benar-benar terjamin sebelum melangkah ke tahap pengelolaan PAD.
Sembari menunggu infrastruktur rampung, Pemerintah Kabupaten Nganjuk memberikan lampu hijau kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbermiri untuk melakukan pengelolaan secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes). Bupati menekankan bahwa Nganjuk memiliki segudang potensi wisata cantik yang akan dikelola satu per satu secara bertahap seiring dengan perbaikan aksesibilitasnya.
Baca Juga: Wisata Tani Betet Nganjuk Banjir Pengunjung, Cukup Bayar Parkir Bisa Keliling Sungai Pakai Perahu!
Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, mendukung penuh jika desa mulai mengambil peran dalam mengelola sumber daya alamnya. Dengan pengelolaan yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat, diharapkan pengembangan sarpras di sekitar air terjun bisa lebih cepat terwujud. Hal ini menjadi krusial mengingat tantangan menuju lokasi yang cukup berat harus dibayar tuntas dengan fasilitas pendukung yang membuat wisatawan merasa betah saat berkunjung ke "permata" di utara Nganjuk tersebut.