NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Selain dikenal dengan sebutan Kota Angin, Nganjuk ternyata memiliki ragam kuliner khasnya yang harus diketahui dan wajib untuk dicoba. Salah satu hidangan istimewa yang tak boleh dilewatkan yaitu Nasi Becek atau Sego Becek. Hidangan ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1915, disebut De Trieste Rijst.
Nasi Becek adalah nasi putih dengan kuah mirip gulai kambing yang khas. Bedanya, kuah nasi becek ini lebih kental dan bercita rasa cenderung manis yang mengingatkan pada kuliner khas Jawa Tengah. Berbeda dari makanan Jawa Timur yang umumnya asin dan pedas, nasi becek hadir sebagai pilihan unik dengan perpaduan rasa yang kaya.
Cita Rasa Unik Nasi Becek
Kuah nasi becek berwarna kuning pekat, dengan rasa manis dan sedikit gurih khas masakan Jawa Tengah. Bumbu seperti ketumbar, kunyit, jahe, dan santan dipadukan untuk menciptakan kuah dengan tekstur creamy yang menggugah selera. Isian kuliner ini adalah daging dan jeroan, yang setiap porsi diberi beberapa potong dadu atau irisan.
Tak lengkap rasanya menyantap nasi becek tanpa sate kambing sebagai pendamping. Sate kambing ini biasanya dihidangkan di atas piring nasi, menciptakan kombinasi antara daging bakar yang lembut, bumbu kacang yang melimpah, dan kuah "medok" yang sedap, menghasilkan pengalaman rasa yang tak terlupakan.
Lokasi untuk Mencicipi Nasi Becek di Nganjuk
Bagi Anda yang tertarik mencoba Nasi Becek khas Nganjuk, bisa mencarinya di kawasan sekitar Jalan A. Yani atau dekat Tugu Jayastamba di pusat kota Nganjuk. Kawasan ini terkenal dengan berbagai warung nasi becek yang ramai dikunjungi, terutama pada waktu makan siang.
Nasi becek bukan sekadar hidangan, tapi juga bagian dari budaya dan cita rasa khas Nganjuk yang patut dijaga dan dinikmati. Dengan perpaduan olahan daging kambing yang dipadukan dengan kuah santan yang kental, nasi becek menjadi representasi dari keragaman kuliner di Jawa yang kaya akan cita rasa dan sejarah.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk