Berburu takjil menjadi hal yang menarik di Bulan Suci Ramadan.
Mayoritasi kegiatan itu dilakukan menjelang berbuka puasa. Mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa.
Hal itu seperti yang terjadi di Jalan Sri Gading, Desa Pacekulon, Kecamatan Pace.
Awalnya tidak ada yang aneh pada jalan tersebut. Seperti jalan raya pada umumnya.
Namun pemandangan itu akan segera berubah menjelang sore hari. Karena sejak pukul 14.00 WIB, akan banyak stan yang berdiri di lokasi tersebut.
Jumlahnya tidak hanya satu dua saja. Melainkan hingga puluhan.
“Lokasi ini selalu ramai saat puasa. Bahkan menjadi salah satu yang paling ramai di Kabupaten Nganjuk,” terang Sunoto, 56, warga sekitar.
Sejurus kemudian, akan banyak orang yang berjualan. Jumlahnya puluhan. Mereka menjual bernaneka ragam takjil.
Mulai dari makanan berat hingga makanan ringan. Mulai dari minuman mineral hingga minuman yang lainnya.
Lalu setelah pukul 15.00 WIB, jalan akan ditutup. Iya, jalan ditutup untuk kendaraan roda empat atau lebih.
Mereka diminta untuk mencari jalur alternatif. Sedangkan jalan tersebut hanya bisa digunakan untuk sepeda motor dan pejalan kaki.
Tentu hal itu ada alasannya. Menurut Sunoto, jumlah pencari takjil di lokasi tersebut selalu membeludak.
Jika kendaraan tidak diatur, maka akan ada macet. Hal itu seperti yang terjadi pada awal puasa lalu.
“Jadi jalan ini wajib ditutup. Mulai pukul 15.00 WIB sampai setelah maghrib,” tambahnya.
Lebih lanjut Sunoto menceritakan, tradisi berburu takjil di lokasi itu sudah ada sejak lama. Namun baru tahun ini jumlahnya membludak.
Hal itu juga yang menjadikan jalan harus ditutup untuk mencegah kemacetan.
Sementara itu, Winarsih, 45, salah satu warga sekitar mengaku senang dengan adanya penjual takjil di jalan tersebut.
Menurutnya penjual takjil sangat membantu orang yang hendak berbuka puasa.
“Kalau puasa mau masak jadi malas. Mending beli saja,” akunya.
Beruntungnya banyak pilihan makanan yang ditawarkan. Mulai dari makanan berat hingga ringan.
Namun yang paling penting, untuk membeli takjil, Winarti tidak perlu jauh berjalan kaki. Karena dengan sepeda motor, dia bisa langsung berhenti tepat di depan stan.
“Beli takjilnya tidak ribet. Karena semuanya ada di sini,” tambahnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira