Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Fakta-Fakta Kebakaran Dahsyat yang Melahap 13.000 Hektare Lahan di Israel

Elna Malika • Sabtu, 3 Mei 2025 | 19:30 WIB
Fakta-Fakta Kebakaran Dahsyat yang Melahap 13.000 Hektare Lahan di Israel
Fakta-Fakta Kebakaran Dahsyat yang Melahap 13.000 Hektare Lahan di Israel

JP Radar Nganjuk - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Israel pada akhir April 2025 menjadi salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Peristiwa ini menghanguskan sekitar 13.000 hektare lahan, terutama di wilayah perbukitan Yerusalem, dan memicu keadaan darurat nasional.

Berikut adalah fakta-fakta penting terkait kebakaran hebat ini:

Kebakaran bermula pada 30 April 2025 di Hutan Eshtaol, kawasan strategis antara Yerusalem dan Tel Aviv.

Didorong oleh angin kencang dengan kecepatan hingga 90-100 km/jam, suhu tinggi, dan kondisi vegetasi yang kering akibat musim panas, api menyebar dengan cepat ke berbagai lokasi, termasuk permukiman ilegal di Tepi Barat.

Jalan utama seperti Rute 1 yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv terpaksa ditutup karena kobaran api yang mengancam.

Kebakaran ini memaksa evakuasi ribuan warga di beberapa wilayah, termasuk Sha’ar Hagai, Mesilat Zion, Beit Meir, dan Neve Ilan.

Lebih dari 100 mobil ditinggalkan di jalan raya karena pengemudi harus melarikan diri dari ancaman api. Canada Park, salah satu situs penting, nyaris hancur total.

Meski tidak ada korban jiwa, setidaknya 12 orang dirawat di rumah sakit akibat menghirup asap, dan 10 lainnya mendapat perawatan di lapangan.

Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki, namun iklim kering dan angin kencang menjadi pemicu utama.

Pohon pinus Eropa yang ditanam secara luas di wilayah ini turut memperburuk situasi karena sifatnya yang mudah terbakar.

Selain itu, polisi Israel menangkap 18 orang yang diduga terkait pembakaran sengaja, dengan satu tersangka tertangkap basah saat berupaya menyalakan api di Yerusalem Timur.

Investigasi melibatkan dinas rahasia Shin Bet untuk menelusuri kemungkinan motif teror.

Israel mengerahkan 15 pesawat pemadam kebakaran dan ratusan petugas untuk memerangi api, didukung oleh helikopter dan kendaraan segala medan.

Karena kewalahan, pemerintah meminta bantuan internasional. Negara-negara seperti Kroasia, Italia, Siprus Yunani, Rumania, dan Spanyol mengirimkan pesawat pemadam dan dukungan logistik.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menghubungi puluhan negara untuk mempercepat bantuan.

Kebakaran ini memicu kritik keras terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu. Media lokal, termasuk The Jerusalem Post, menyoroti pemangkasan anggaran untuk dinas pemadam kebakaran, yang dialihkan ke lembaga-lembaga pendukung koalisi pemerintah.

Oposisi menuding kurangnya peralatan, seperti helikopter pemadam, memperparah situasi.

Perayaan Hari Kemerdekaan Israel pun dibatalkan akibat bencana ini, menambah ketegangan politik.

Kebakaran ini menunjukkan kerentanan Israel terhadap bencana alam yang diperparah perubahan iklim.

Cuaca ekstrem, seperti gelombang panas dan kekeringan, meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Pohon pinus yang tidak sesuai dengan iklim lokal juga menjadi “bahan bakar” yang mempercepat penyebaran api.

Insiden ini menjadi peringatan akan perlunya strategi pengelolaan hutan yang lebih baik.

Kebakaran berhasil dikendal dipadamkan pada 1 Mei 2025 setelah upaya selama hampir 30 jam, namun kerusakan lingkungan dan sosial yang ditimbulkan sangat besar.

Peristiwa ini tidak hanya menjadi bencana alam, tetapi juga mengungkap tantangan politik, lingkungan, dan keamanan yang dihadapi Israel di tengah situasi yang kompleks.

Editor : Elna Malika
#kritik #Evakuasi Massal #Dugaan #bencana alam #kebakaran hutan #senjata #darurat #titik awal api #radar nganjuk #respon #fakta fakta #Israel #pemerintah #pembakaran #politik #kebakaran #lahan