Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Trump Panen Hujatan Gegara Unggah Foto AI Bergaya Paus

Elna Malika • Senin, 5 Mei 2025 | 14:41 WIB
Trump Panen Hujatan Gegara Unggah Foto AI Bergaya Paus
Trump Panen Hujatan Gegara Unggah Foto AI Bergaya Paus

JP Radar Nganjuk - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia setelah mengunggah gambar dirinya yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) berpakaian seperti Paus.

Foto tersebut diposting di platform Truth Social pada Jumat malam, 2 Mei 2025, hanya beberapa hari setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025.

Unggahan ini memicu kemarahan umat Katolik global, terutama karena dianggap tidak menghormati masa berkabung Vatikan yang masih berlangsung hingga sembilan hari serta menjelang konklaf pemilihan Paus baru pada 7 Mei 2025.

Dalam gambar AI tersebut, Trump tampak mengenakan jubah putih kepausan, mitra (topi uskup), dan salib besar di lehernya, dengan ekspresi serius sambil mengangkat jari telunjuk, menyerupai gestur khas Paus.

Kontroversi semakin memanas karena gambar ini juga diunggah ulang oleh akun resmi Gedung Putih di platform X, yang dianggap memperburuk situasi.

Aksi ini datang setelah Trump bercanda kepada wartawan bahwa dirinya ingin menjadi “Paus berikutnya,” sebuah pernyataan yang sudah menuai kritik sebelumnya.

Reaksi keras datang dari berbagai pihak. Konferensi Katolik Negara Bagian New York, yang mewakili para uskup, mengeluarkan pernyataan tajam di X.

“Gambar ini sama sekali tidak lucu, Tuan Presiden. Kami baru saja kehilangan Paus Fransiskus yang kami kasihi, dan para kardinal sedang bersiap untuk konklaf suci. Jangan permainkan iman kami.”

Mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, juga mengecam Trump, menyebut unggahan itu “menghina umat beriman dan merendahkan institusi keagamaan.”

Media Italia seperti La Repubblica bahkan melabeli tindakan Trump sebagai “narsisme berlebihan.”

Di media sosial, kemarahan umat Katolik membanjir. Seorang pengguna Instagram, 

@leist**yby, menulis, “Ini benar-benar menyinggung sebagai seorang Katolik.” Pengguna lain, @arhlina**net, menyebut tindakan Trump “tidak bisa diterima” di tengah masa duka.

Kelompok Republikan anti-Trump juga ikut mengkritik, menyebut gambar itu sebagai “penghinaan terang-terangan terhadap iman Katolik.”

Namun, beberapa pendukung Trump, seperti tokoh sayap kanan Jack Posobiec, membela unggahan tersebut sebagai “humor,” sementara Senator Lindsey Graham malah bercanda bahwa Trump bisa jadi “Paus sekaligus Presiden.”

Hubungan Trump dengan Gereja Katolik memang kerap tegang. Paus Fransiskus, yang dikenal vokal soal isu keadilan sosial dan migrasi, pernah secara terbuka mengkritik kebijakan Trump, seperti rencana pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko pada 2016, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut “bukan Kristen.”

Trump sendiri, yang menyebut dirinya Kristen nondenominasi sejak 2020, jarang menghadiri gereja secara rutin, meskipun istrinya, Melania Trump, adalah seorang Katolik.

Pakar komunikasi politik dari Georgetown University, Dr. Helena Montrose, menganalisis aksi Trump sebagai “strategi brilian untuk mencuri perhatian.”

Menurutnya, Trump memanfaatkan momen emosional kematian Paus Fransiskus untuk tetap relevan di panggung global.

Namun, ia memperingatkan bahwa langkah ini bisa memperdalam polarisasi, terutama di kalangan pemilih Katolik AS, yang sekitar 20% dari populasi dan 60% di antaranya mendukung Trump pada pemilu 2024.

Vatikan sendiri memilih bungkam. Juru bicara Matteo Bruni menolak berkomentar saat ditanya wartawan pada 3 Mei 2025, dengan fokus pada persiapan konklaf.

Sementara itu, unggahan Trump ini bukan yang pertama kali menggunakan AI.

Sebelumnya, ia pernah membagikan gambar dirinya sebagai pahlawan super, dan staf Gedung Putih mengunggah Trump sebagai “raja” setelah keberhasilan kebijakan tertentu.

Kontroversi ini menambah daftar panjang tindakan Trump yang memicu perdebatan. Apakah ini sekadar lelucon atau upaya membangun citra kepemimpinan global, publik dunia kembali terbelah.

Yang jelas, dengan satu unggahan, Trump sekali lagi berhasil mengguncang media sosial dan menempatkan dirinya di pusat perhatian.

Editor : Elna Malika
#instagram #dihujat #sorotan dunia #paus #radar nganjuk berita hari ini #trump #vatikan #gereja katolik #netizen #Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump #ai #kecerdasan buatan