Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Turis China Dituduh Mencuri Listrik Saat Mengisi Daya Ponsel di Stopkontak Umum Jepang

Elna Malika • Rabu, 7 Mei 2025 | 06:25 WIB
Turis China Dituduh Mencuri Listrik Saat Mengisi Daya Ponsel di Stopkontak Umum Jepang
Turis China Dituduh Mencuri Listrik Saat Mengisi Daya Ponsel di Stopkontak Umum Jepang

JP Radar Nganjuk - Sebuah insiden menarik perhatian publik di Jepang ketika seorang turis asal China dituduh mencuri listrik karena mengisi daya ponselnya di stopkontak umum.

Kejadian ini memicu diskusi tentang etika penggunaan fasilitas publik di negara yang dikenal dengan aturan ketat dan budaya disiplinnya.

Kejadian bermula di sebuah stasiun kereta di Tokyo, tempat turis tersebut menggunakan stopkontak yang tersedia untuk mengisi daya ponselnya.

Stopkontak umum di Jepang, sering ditemukan di stasiun, bandara, atau kafe, biasanya disediakan untuk keperluan darurat atau penggunaan singkat.

Namun, seorang petugas keamanan mendekati turis tersebut dan menegurnya, menyatakan bahwa penggunaan stopkontak tanpa izin eksplisit dianggap sebagai pencurian listrik sesuai peraturan setempat.

Di Jepang, listrik dianggap sebagai sumber daya berharga, dan penggunaannya diatur ketat. Stopkontak tipe A dan B yang umum digunakan di Jepang memiliki tegangan 100V, berbeda dengan tipe C dan F di Indonesia atau tipe A, C, dan I di China.

Turis tersebut, yang mungkin tidak terbiasa dengan aturan ini, tampaknya tidak menyadari bahwa tindakannya bisa dianggap melanggar.

Menurut laporan, turis tersebut hanya berniat mengisi daya ponselnya sebentar karena baterainya hampir habis, namun tindakan ini tetap dianggap tidak sesuai dengan norma lokal.

Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Jepang memiliki sejarah ketat dalam menegakkan aturan terkait penggunaan fasilitas publik.

Sebelumnya, ada kasus serupa di mana penggunaan listrik tanpa izin, meski dalam jumlah kecil, dapat dikenai sanksi administratif atau denda.

Dalam konteks hukum Jepang, mencuri listrik dianggap sebagai pelanggaran kecil, tetapi tetap dapat menimbulkan konsekuensi, terutama bagi turis asing yang tidak memahami aturan setempat.

Insiden ini juga menyoroti perbedaan budaya dalam penggunaan fasilitas umum. Di beberapa negara, mengisi daya di stopkontak publik dianggap wajar, terutama di tempat-tempat seperti bandara atau stasiun.

Namun, di Jepang, di mana efisiensi dan rasa hormat terhadap aturan sangat dijunjung, tindakan seperti ini dapat dianggap tidak sopan atau bahkan melanggar hukum jika dilakukan tanpa izin.

Untuk menghindari masalah serupa, para pelancong disarankan membawa power bank berkapasitas besar sebagai solusi praktis.

Selain itu, membeli adaptor universal sebelum bepergian ke Jepang juga penting, mengingat perbedaan tipe stopkontak dan tegangan listrik.

Banyak hotel dan penginapan di Jepang menyediakan adaptor atau stopkontak yang kompatibel dengan perangkat internasional, sehingga turis dapat memanfaatkannya.

Jika harus menggunakan stopkontak umum, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada pihak berwenang, seperti petugas stasiun atau pengelola tempat.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk mempelajari norma dan aturan setempat sebelum bepergian.

Meski tuduhan “mencuri listrik” mungkin terdengar sepele, insiden ini menunjukkan betapa pentingnya memahami budaya dan regulasi di negara tujuan.

Dengan persiapan yang baik, seperti membawa adaptor dan power bank, serta menghormati aturan lokal, wisatawan dapat menikmati perjalanan tanpa hambatan.

Editor : Elna Malika
#china #hukum jepang #menarik #Dituduh #radar nganjuk berita hari ini #Mengisi daya #listrik #insiden #Tegangan #jepang #mencuri #ponsel #turis