Kekerasan Politik Meksiko : Calon Wali Kota Tewas Ditembak Saat Berkampanye
Elna Malika• Rabu, 14 Mei 2025 | 00:35 WIB
Kekerasan Politik Meksiko : Calon Wali Kota Tewas Ditembak Saat Berkampanye
JP Radar Nganjuk - Pemilu Meksiko tahun 2024 telah mencatatkan sejarah kelam sebagai salah satu periode pemilihan paling penuh kekerasan di negara tersebut.
Serangan terhadap kandidat politik, khususnya di tingkat lokal, menjadi sorotan utama, dengan wilayah seperti Guerrero dan Veracruz menjadi pusat aksi brutal.
Diduga kuat, kartel narkoba memainkan peran besar dalam upaya mengendalikan pemerintahan daerah melalui ancaman dan pembunuhan, menciptakan iklim ketakutan bagi para kandidat.
Salah satu insiden tragis terjadi pada 11 Mei 2025, ketika Yesenia Lara Gutiérrez, calon wali kota Texistepec dari Partai Morena, tewas ditembak saat mengikuti pawai kampanye di Veracruz.
Serangan yang terjadi di tengah kerumunan pendukung ini terekam dalam siaran langsung, menunjukkan kepanikan massal saat suara tembakan menggema.
Selain Yesenia, tiga orang lainnya juga tewas, dan tiga lainnya luka-luka. Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan politik menjelang pemilu.
Kekerasan ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Meksiko dalam menjaga keamanan selama proses demokrasi.
Sejak 2006, sekitar 480.000 orang telah menjadi korban kejahatan di negara ini, banyak di antaranya terkait dengan perdagangan narkoba dan korupsi.
Presiden Claudia Sheinbaum, yang baru terpilih sebagai presiden perempuan pertama Meksiko, menegaskan bahwa pemerintah pusat akan bekerja sama dengan otoritas Veracruz untuk mengusut kasus ini.
Gubernur Veracruz, Rocio Nahle, juga berjanji menemukan pelaku yang disebutnya melakukan "pembunuhan pengecut."
Di balik kekerasan ini, kartel narkoba sering kali menjadi dalang utama.
Mereka berupaya memengaruhi hasil pemilu dengan mendukung kandidat yang sejalan dengan kepentingan mereka atau menghabisi lawan yang dianggap ancaman.
Tingkat impunitas yang tinggi, dengan 98% kasus pembunuhan tidak terpecahkan, semakin memperburuk situasi.
Hal ini membuat pelaku merasa leluasa melakukan kejahatan tanpa takut hukuman.
Meskipun kemenangan Claudia Sheinbaum membawa harapan baru bagi perubahan, khususnya dalam isu kekerasan berbasis gender, tantangan untuk menciptakan pemilu yang aman masih sangat besar.
Upaya untuk mengatasi kemiskinan, memperkuat penegakan hukum, dan melemahkan cengkeraman kartel menjadi kunci untuk melindungi demokrasi Meksiko.
Tanpa langkah konkret, kekerasan politik seperti yang menimpa Yesenia Lara Gutiérrez akan terus menghantui proses demokrasi di negara ini.