JP Radar Nganjuk – Israel kembali melancarkan serangan darat di Jalur Gaza setelah selama dua bulan Israel memutuskan untuk mengakhir gencatan senjata secara sepihak pada bulan Maret.
Israel telah melancarkan operasi Gideon’s Chariots (serangan darat yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza) yang menargetkan Gaza wilayah selatan dan Utara. Akibat serangan ini ratusan warga tewas mengenaskan dan semakin melemahkan layanan kesehatan di Gaza.
Menurut Perdanan Menteri Israel Benjamin Netanyahu serangan ini bertujuan untuk memperluas kontrol operasional di Jalur Gaza dan membebaskan tawanan yang tersisa di Gaza dan mengalahkan Hamas.
Namun alih alih mencapai tujuannya, Netanyahu dikritik masyrakat, termasuk keluarga tawanan karena tidak memprioritaskan pemulangan tawanan dan menolak tawaran damai dari Hamas.
Sejak Minggu (18/5) Israel telah melancarkan operasi ini. Sedikitnya 144 orang tewas dalam serangan yang intens dari Israel. Di bagian utara Jalus Gaza setidaknya terdapat 42 orang tewas dan lima diantaranya adalah wartawan.
Sedangkan di wilayah selatan Jalur Gaza setidaknya terdapat 36 orang tewas dan lebih dari 100 orang mengalami luka luka setelah Israel membombardir tenda pengungsian warga di daerah al-Mawasi, provinsi Khan Younis.
Selama seminggu terakhir ini Israel telah melancarkan serangan di 670 tempat dan mengklaim bahwa mereka menargetkan Hamas.
Namun serangan Israel dianggap tidak proporsional karena alih-alih menargetkan kelompok bersenjata, serangan ini justru menghantam fasilitas sipil dan medis, termasuk rumah sakit yang sudah jelas berada di bawah perlindungan hukum internasional.
Pada Senin (19/5) Israel telah menyerang fasilitas kesehatan termasuk Rumah Sakit Indonesia yang digmpur dan dikepung di Gaza utara. Akibat serangan ini fasilitas kesehatan di Gaza melemah dan setidaknya 55 orang terjebak didalamnya.
Selain itu Rumah Sakit Al-Awda dan Rumah Sakit Eropa Gaza juga telah dilumpuhkan oleh Israel, semakin melemahkan fasilitas kesehatan untuk warga sipil di bagian utatara.
Sementara itu pelancaran Operasi Gideon’s Chariots telah memicu kekhawatiran masyarakat Internasional termasuk Jerman, salah satu pendukung Israel.
Baca Juga: Usai Kebakaran Hutan dan Badai Pasir, Kini Israel Dilanda Banjir, Lumpuhkan Akses Jalan Utama
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan akan kembali mengirimkan bantuan ke Gaza dengan segara secara besar-besaran.
Kepala Kemanusiaan PBB, telah menyerukan tindakan tegas untuk mencegah genosida di Gaza.
Menurutnya rencana AS-Israel untuk menggantikan mekanisme bantuan internasional di Gaza hanya membuang buang waktu. Lebih dari 160.000 palet bantuan siap untuk dikirim di perbatasan, namun dihalangi oleh Israel.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira