Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Arab Saudi Siap Izinkan Penjualan Alkohol Terbatas Mulai 2026 Demi Dukung Pariwisata

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 26 Mei 2025 | 19:25 WIB

 

Ilustrasi seseorang sedang duduk di bar.
Ilustrasi seseorang sedang duduk di bar.

JP Radar Nganjuk – Arab Saudi tengah bersiap membuka lembaran baru dalam kebijakan sosialnya dengan mengizinkan penjualan alkohol secara terbatas di sekitar 600 titik destinasi wisata mulai tahun 2026 mendatang.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat sektor pariwisata jelang penyelenggaraan Expo 2030 dan Piala Dunia FIFA 2034.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Visi 2030 yang dicanangkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Tujuannya tak lain untuk meningkatkan perekonomian negara yang selama ini sangat bergantung pada minyak, dengan memperkuat sektor pariwisata sebagai acuan baru untuk pertumbuhan ekonomi.

Rencananya, penjualan alkohol akan dibatasi hanya di kawasan tertentu, seperti hotel berbintang lima, resort eksklusif, dan lingkungan yang mayoritas dihuni oleh ekspatriat.

Jenis minuman yang diperbolehkan pun dibatasi, hanya mencakup bir, anggur, serta cider atau sari apel. Sementara itu, minuman keras dengan kadar alkohol tinggi tetap tidak diizinkan.

Meski ada pelonggaran, konsumsi alkohol di tempat umum, tempat tinggal pribadi, toko-toko ritel, maupun di zona pendukung acara olahraga tetap akan dilarang secara tegas.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan kebijakan ini akan diawasi ketat agar tidak bertentangan dengan norma budaya dan nilai agama yang selama ini dijaga ketat di Kerajaan.

Langkah ini tentu menjadi sorotan dunia internasional, mengingat Arab Saudi telah memberlakukan larangan alkohol sejak tahun 1952.

Hal ini tentu berdasarkan hukum syariah yang menyatakan bahwa minuman beralkohol merupakan minuman yang haram untuk dikonsumsi.

Namun, dengan potensi besar yang dimiliki sektor pariwisata dan target kunjungan jutaan wisatawan mancanegara, pemerintah tampaknya mulai membuka ruang kompromi, selama itu dilakukan dalam batas dan aturan yang jelas.

Kebijakan ini diharapkan mampu menyambut para tamu dunia namun tetap mempertahankan identitas dan budaya negara.

“Tujuannya adalah menyambut dunia tanpa kehilangan identitas budaya, memposisikan Arab Saudi sebagai peain yang progresif namun penuh hormat di peta pariwisata,” ujar pemerintah Arab Saudi.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#expo #pariwisata #Berita Hari Ini #alkohol #radar nganjuk #uea #fifa world cup #arab saudi