Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Serangan Israel Hantam Sekolah Pengungsian di Gaza, Anak-Anak Jadi Korban

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 28 Mei 2025 | 01:30 WIB
Penampakan gedung sekolah Fahmi al-Jarjawi yang terbakar akibat serangan udara dari Israel.
Penampakan gedung sekolah Fahmi al-Jarjawi yang terbakar akibat serangan udara dari Israel.

JP Radar Nganjuk – Tragedi memilukan kembali menyelimuti langit Gaza. Sebuah sekolah yang dijadikan tempat berlindung oleh para pengungsi dihantam serangan udara Israel, Senin (26/5).

Akibat serangan udara ini, sedikitnya 50 orang tewas mengenaskan, dengan mayoritas dari mereka adalah anak-anak tak berdosa.

Menurut pejabat kesehatan di Gaza, sekolah Fahmi al-Jarjawi, yang terletak di lingkungan padat Al-Daraj, Kota Gaza, menjadi target serangan udara Israel.

Gedung yang semestinya menjadi tempat aman dan nyaman untuk berlindung, justru luluh lantak dalam sekejap akibat rudal yang menghujam tanpa ampun.

Fahmy Awad kepala layanan darurat Kementrian Kesehatan Gaza, mengatakan bahwa serangan udara dari Israel dilakukan tiga kali berturut turut saat orang orang sedang tidur. Ia juga mengatakan bahwa seorang ayah dan lima anaknya turut menjadi korban atas serangan ini.

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, menyebutkan bahwa gedung sekolah tersebut menampung ratusan pengungsi.

Lebih dari 60 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi saat para pengungsi beristirahat di dalam gedung.

Dalam video yang beredar di media sosial terlihat para petugas yang berusaha keras untuk memadamkan api. Mereka juga mengevakuasi para korban dari reruntuhan gedung yang hangus terbakar.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menyasar markas militan Hamas yang diduga beroperasi dari dalam sekolah.

Mereka menyalahkan Hamas atas kejadian ini. Mereka menuduh Hamas menggunakan fasilitas sipil untuk keperluan militer.

Namun, hingga kini, tak ada bukti konkret yang menunjukkan keberadaan target militer di lokasi tersebut. Yang ada hanyalah reruntuhan, jerit tangis, dan tubuh-tubuh tak bernyawa.

Kecaman dunia pun berdatangan karena menargetkan fasilitas sipil yang seharusnya dilindungi di tengah konflik yang semakin memanas.

Msyarakat internasional terus menyerukan gencatan senjata dan menghentikan kekerasan serta menyelamatkan warga sipil.

Seperti yang diketahui sebelumnya Israel telah berulangkali melakukan serangan dengan menargetkan fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit bahkan tempat para warga sipil untuk mengungsi.

Setidaknya 50 orang tewas akibat bom dan serangan artileri pada November 2023 di Sekolah al-Buraq di Kota Gaza. Di Sekolah al-Tabin, lebih dari 100 orang tewas saat mereka berkumpul untuk salat subuh pada bulan Agustus.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Berita Hari Ini #radar nganjuk #serangan udara #Israel #gencatan senjata #gaza