Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Israel-Hamas Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari di Jalur Gaza, Bantuan Kemanusiaan Dibuka Kembali

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 30 Mei 2025 | 21:11 WIB

 

Anak-anak di Gaza bersekolah di salah satu gedung yang sudah hancur karena serangan dari Israel.
Anak-anak di Gaza bersekolah di salah satu gedung yang sudah hancur karena serangan dari Israel.

JP Radar Nganjuk – Harapan akan kedamaian kembali terbit di tengah konflik panjang di Jalur Gaza. Pemerintah Israel dan kelompok pejuang Hamas akhirnya mencapai kata sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata selama 60 hari ke depan.

Kesepakatan tersebut diumumkan pada Kamis (29/5), dan menjadi angin segar di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah konflik.

Kesepakatan ini tercapai setelah serangkaian perundingan yang difasilitasi oleh utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, serta melibatkan sejumlah mediator internasional lainnya.

Tujuan dari kesepekatan ini jelas untuk menghentikan sementara eskalasi militer yang telah berlangsung lebih dari satu tahun dan menimbulkan korban jiwa serta kehancuran besar di kedua belah pihak, khususnya di Gaza.

Sumber dari media Arab, Al Arabiya, menyebut bahwa Hamas telah menerima draf usulan gencatan senjata yang dibawa oleh para perantara.

Namun demikian, meski Israel turut menyetujui perjanjian tersebut, Hamas masih menunjukkan sikap hati-hati.

Mereka menyoroti ketiadaan komitmen tertulis dari Israel mengenai penghentian permanen agresi dan penarikan pasukan militer sepenuhnya dari Jalur Gaza.

“Kami mempelajari proposal Witkoff secara bertanggung jawab, dengan cara yang melayani kepentingan rakyat kami, memberikan bantuan, dan mencapai gencatan senjata permanen di Gaza,” ujar juru bicara Hamas dalam pernyataan resminya.

Meski kesepakatan ini bersifat sementara, banyak pihak memandangnya sebagai titik terang menuju kemungkinan dialog perdamaian jangka panjang.

Selama masa gencatan, diharapkan jalur bantuan kemanusiaan bisa kembali dibuka untuk menyalurkan logistik dan medis kepada warga Gaza yang sangat terdampak.

Di sisi lain simpati masyarakat internasional pun terus mengalir. Sejumlah komunitas kemanusiaan lokal bahkan menggelar doa bersama dan penggalangan bantuan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina.

Gencatan senjata ini dinilai sebagai langkah penting yang bisa menjadi jembatan menuju perundingan damai yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Dunia internasional pun kini menantikan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga dan memanfaatkan masa damai ini demi masa depan yang lebih damai dan sejahtera bagi rakyat Palestina dan Israel.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#hamas #Berita Hari Ini #radar nganjuk #Israel #jalur gaza #gencatan senjata #gaza