Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

LE SSERAFIM Dituding Gunakan AI untuk Teaser 'DIFFERENT', Penggemar Protes Keras

Redaksi Radar Nganjuk • Sabtu, 31 Mei 2025 | 06:00 WIB

Photo
Photo
 JP Radar Nganjuk – Girl group asal Korea Selatan, LE SSERAFIM, tengah bersiap meluncurkan single Jepang keempat bertajuk “DIFFERENT” yang dijadwalkan rilis pada 24 Juni mendatang.

Namun, promosi menjelang perilisan tersebut justru mengundang perdebatan hangat di kalangan penggemar internasional.

Masalah muncul setelah Source Music, agensi yang menaungi LE SSERAFIM, merilis gambar teaser dan video pendek (Track Sampler) yang menampilkan objek-objek unik dalam lemari es bergaya seni surealis.

Banyak penggemar menduga bahwa visual aneh dan tidak natural itu merupakan hasil AI generatif, mengingat ketidaksesuaian bentuk serta detail yang tampak kasar.

Meski pihak agensi belum memberikan konfirmasi resmi, video teaser lanjutan dengan gaya serupa memperkuat kecurigaan bahwa teknologi AI memang dilibatkan dalam proses kreatif.

Fenomena ini dianggap mencerminkan tren baru di industri K-Pop yang mulai memanfaatkan kecerdasan buatan demi efisiensi biaya produksi.

Namun, tak sedikit penggemar yang justru melayangkan kritik keras. Mereka menilai penggunaan AI berpotensi menggerus nilai seni, menyingkirkan para pekerja kreatif seperti desainer grafis, ilustrator, dan animator CGI yang selama ini menjadi tulang punggung dunia hiburan visual.

Sejumlah komentar yang viral di media sosial menyuarakan keresahan tersebut:

“Kalian semua terlalu nyaman dengan AI!”

“Aku muak dengan AI di K-Pop. Jadinya membosankan dan tanpa jiwa.”

“Jangan libatkan seniman AI generatif, itu merusak dunia seni dan lingkungan.”

Isu lain yang turut mencuat adalah dampak lingkungan dan etika penggunaan AI. Teknologi ini disebut membutuhkan daya komputasi besar yang berdampak pada konsumsi energi tinggi.

Baca Juga: Karya Ikonik Lukisan Raden Saleh Menyita Perhatian di Video Musik Jin BTS Don't Say You Love Me

Banyak penggemar menyayangkan langkah perusahaan besar yang memilih jalan pintas lewat teknologi, alih-alih menggandeng para seniman profesional yang bisa menghasilkan karya autentik.

Dengan semakin banyaknya perusahaan hiburan yang bereksperimen dengan teknologi AI dalam produksi konten, kontroversi ini menjadi pengingat penting bahwa keseimbangan antara inovasi dan integritas kreatif perlu terus dijaga.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#LE SSERAFIM #Berita Hari Ini #HYBE #radar nganjuk #kpop #source music #album