JP Radar Nganjuk – Konflik di Tepi Barat kembali menyengat setelah sebuah insiden tragis mengguncang kota Jenin. Sebuah bus yang tengah membawa puluhan jemaah haji Palestina secara mengejutkan ditabrak oleh kendaraan militer Israel pada Sabtu (29/5).
Kejadian ini berlangsung saat rombongan jemaah hendak menuju perbatasan Karama untuk melanjutkan perjalanan haji mereka ke Tanah Suci melalui Yordania.
Menurut laporan resmi kantor berita Palestina, WAFA, kendaraan tempur Israel melaju ke arah bus yang terparkir di depan kantor Gubernur Jenin dan menabraknya dengan sengaja.
Dalam bus tersebut, sebagian besar jemaah adalah lansia dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan, termasuk penderita penyakit kronis. Meskipun tidak ada korban luka, para penumpang mengalami syok dan ketakutan mendalam akibat insiden mendadak itu.
Wakil Gubernur Jenin, Mansour al-Saadi, angkat bicara dan menyampaikan kecamannya terhadap tindakan provokatif tersebut. Ia menyebut aksi itu sebagai upaya intimidasi terhadap warga sipil yang tak berdosa.
“Kendaraan militer dengan sengaja langsung menabrak bus ketika sedang diparkir di luar gedung gubernur. Sebagian besar penumpang adalah orang tua dan menderita penyakit kronis, yang menambah trauma dan ketakutan,” ujarnya dikutip dari Anadolu.
Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, pasukan Israel juga melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah, seperti Silat al-Harithiya dan Anabta, Tulkarem.
Dalam operasi itu, pasukan Israel menangkap seorang pemuda, Samer Jaradat, setelah menggerebek rumahnya. Saksi mata mengatakan bahwa terdengar sebuah ledakan bom kejut ketika pasukan Israel menarik diri dari daerah tersebut.
Sedangkan di kota Tulkarem, Tepi Barat bagian utara, pasukan Israel menangkap seorang perempuan umur 24 tahun bernama Diana Ghalib Mazid setelah menyerbu rumahnya di kota Anabta.
Situasi ini menambah daftar panjang konflik dan penindasan yang terjadi sejak awal 2023. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 970 warga Palestina telah kehilangan nyawa, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat agresi Israel di berbagai titik Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Mahkamah Internasional sebelumnya telah menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina bertentangan dengan hukum internasional.
Baca Juga: Serangan Israel Hantam Sekolah Pengungsian di Gaza, Anak-Anak Jadi Korban
Seruan pengosongan permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur pun digaungkan. Namun, hingga kini, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia masih terus berulang.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira