Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Greta Thunberg dan Liam Cunningham Berlayar ke Gaza, Lawan Blokade Demi Kemanusiaan

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 4 Juni 2025 | 03:58 WIB
Gratemenyampaikan pidatonya sebelum mellakukan perjalanan menuju Gaza.
Gratemenyampaikan pidatonya sebelum mellakukan perjalanan menuju Gaza.

 

JP Radar Nganjuk – Greta Thunberg, aktivis iklim, berlayar menuju Gaza bersama 11 aktivis lainnya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menyuarakan krisis kemanuasiaan yang berkelanjutan di Palestina.

Mereka nekat berusaha untuk menerobos blokade Israel dan berlayar menggunakan kapal layar Madleen yang dioperasikan oleh kelompok aktivis Freedom Flotilla Coalition, dari pelabuhan Catania di Sisilia, Italia Selatan, pada Minggu (1/60).

“Kami melakukan ini karena, tidak peduli apapun rintangan yang kami hadapi, kami harus terus berusaha,” kata Thunberg, sambil menangis dalam pidatonya.

“Karena saat kita berhenti mencoba adalah saat kita kehilangan rasa kemanusiaan kita. Dan, betapapun berbahayanya misi ini, bahkan tidak seberbahaya kebisuan seluruh dunia dalam menghadapi genosida yang disiarkan secara langsung,” lanjutnya

Selain Greta dan rombongan, aktor ‘Game of Thrones’ Liam Cunningham dan Rima Hassan, seorang anggota parlemen Eropa asal Prancis yang merupakan keturunan Palestina, juga ikut dalam perjalanan ini.

Diperkirakan kapal Madleen membutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk tiba di pesisir Jalur Gaza jika tidak diberhantikan.

Pada pertengahan Mei Israel sempat melinggarkan blokade atas Gaza dan mengizinkan sejumlah bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah tersebut.

PBB dan kelompok bantuan lain mengatakan bahwa blokade Israel dan penjarahan yang meluas menyebabkan sulitnya memberikan bantuan ke warga Palestina.

Sebelumnya Greta telah melakukan protes besar besaran di negara asalnya, Swedia, dan akan melakukan pelayaran menuju Gaza dengan kapal Freedom Flotilla bulan lalu.

Namun uapayanya menuju Gaza harus diberhentikan setelah kapal lain dari kelompok aktivis tersebut diserang oleh dua pesawat tak berawak ketika berlayar di perairan internasional lepas pantai Malta.

Akibat serangan ini bagian depan kapal rusak parah dan pengiriman bantuan ke wilayah Gaza pun terpaksa harus dibatalkan.

“Kami akan mematahkan pengepungan Gaza melalui laut, tetapi itu adalah bagian dari strategi mobilisasi yang lebih luas yang juga akan berusaha mematahkan pengepungan melalui darat,” kata aktivis Thiago Avila.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Greta Thunberg #Berita Hari Ini #radar nganjuk #perang #Israel #bantuan kemanusiaan #gencatan senjata #gaza