JP Radar Nganjuk – Langit malam di pertengahan Juni punya suguhan spesial. Sebuah fenomena alam bernama Strawberry Moon atau bulan stroberi muncul dan jadi perhatian para pencinta langit.
Meski namanya terdengar manis, bukan berarti bulan berubah warna jadi merah muda seperti buah stroberi.
Nama Strawberry Moon ini sebenarnya berasal dari kebiasaan suku asli Amerika, yang menjadikan bulan purnama di bulan Juni sebagai penanda musim panen stroberi. Jadi, lebih ke soal waktu, bukan warna.
Bukan Bulan Berwarna Merah Muda
Meski disebut “Strawberry”, jangan berharap bulan akan tampak merah jambu.
Warna bulan tetap seperti biasa kadang kekuningan atau oranye saat terbit, tergantung kondisi cuaca dan tempat pengamatan.
Tapi tetap saja, penampakannya cantik dan menarik untuk diamati.
Fenomena Setahun Sekali
Strawberry Moon hanya terjadi satu kali dalam setahun, tepatnya saat bulan purnama di bulan Juni.
Tahun ini, fenomena ini bisa disaksikan saat malam mulai gelap, biasanya setelah matahari terbenam.
Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang
Tidak perlu teleskop atau alat khusus. Asalkan langit cerah dan tidak banyak polusi cahaya, warga bisa melihat langsung keindahan bulan purnama ini dari halaman rumah atau tempat yang lebih terbuka.
Lebih dari Sekadar Pemandangan
Meski tidak membawa dampak khusus bagi bumi, Strawberry Moon sering dianggap sebagai momen untuk bersantai, merenung, atau sekadar menikmati keindahan ciptaan Tuhan.
Beberapa orang juga mengaitkannya dengan perasaan syukur atau refleksi diri di tengah tahun.
Baca Juga: Welcome Back! RM dan V BTS Telah Menyelesaikan Wajib Militernya Hari Ini
Kalau cuaca mendukung, jangan lupa sempatkan menengadah ke langit. Siapa tahu, Strawberry Moon bisa jadi teman merenung sambil menenangkan pikiran serta hatimu di malam hari. (*)
Penulis: Miranda Febryana
Editor : Jauhar Yohanis