JP Radar Nganjuk - Tragedi kecelakaan pesawat kembali mengguncang dunia penerbangan. Pesawat Air India AI171 dengan tujuan London Gatwick jatuh hanya 30 detik setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, India, pada Kamis (12/6).
Kecelakaan ini menjadi yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir, dengan jumlah korban jiwa mencapai 241 orang.
Menurut laporan resmi Air India dan keterangan dari Kepolisian Ahmedabad, pesawat bertipe Boeing 787 Dreamliner itu membawa total 242 orang, termasuk penumpang dan awak. Salah satu penumpangnya adalah mantan Kepala Menteri Gujarat, Vijay Rupani.
Pesawat naas tersebut jatuh di kawasan BJ Medical College, tepatnya di atas asrama mahasiswa kedokteran saat jam makan siang.
Tabrakan memicu kebakaran hebat yang langsung melahap bangunan dan menewaskan sejumlah orang di sekitar lokasi kejadian.
Korban tewas terdiri dari berbagai kewarganegaraan, termasuk 7 warga Portugal, lebih dari 50 warga Inggris, 1 warga Kanada, serta sejumlah mahasiswa penghuni asrama yang jumlah pastinya masih dalam proses pendataan.
Ramesh Viswashkumar, satu-satunya korban selamat, memberikan kesaksian mengenai detik-detik mengerikan tersebut.
"Kejadiannya sangat cepat. Saya mendengar suara ledakan keras, dan tiba-tiba saya menyadari banyak mayat di sekeliling saya. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa selamat," ujar Ramesh.
Pihak rumah sakit menyatakan mayoritas korban mengalami luka bakar serius, sehingga proses identifikasi hanya bisa dilakukan melalui uji forensik DNA.
Keluarga korban telah diminta menyerahkan sampel DNA untuk membantu proses tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Otoritas penerbangan India bekerja sama dengan Badan Investigasi Kecelakaan Inggris (AAIB UK) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) untuk mengungkap penyebab utama insiden tragis ini.
Dugaan awal menyebutkan adanya kegagalan sistem roda pendarat (landing gear) yang tidak naik sempurna setelah lepas landas, menyebabkan pilot kehilangan kendali.
Kotak hitam (black box) pesawat telah ditemukan dan sedang dianalisis di Delhi.
Pihak maskapai Air India menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan penerbangan mereka.
Editor : Miko