JP Radar Nganjuk - Tragedi jatuhnya pesawat Air India AI171 rute Ahmedabad–London pada 12 Juni 2025 menewaskan lebih dari 240 orang.
Boeing 787-8 Dreamliner tersebut jatuh hanya beberapa detik setelah lepas landas dan menabrak asrama mahasiswa kedokteran.
Lalu, kenapa pesawat ini bisa jatuh? Berikut sejumlah dugaan awal yang tengah diselidiki otoritas penerbangan:
1. Kerusakan Teknis Setelah Lepas Landas
AI171 sempat mengirim sinyal darurat (Mayday) sekitar 30 detik usai take-off. Ini menandakan adanya gangguan serius pada sistem pesawat, entah itu pada mesin, kontrol hidrolik, atau sistem avionik.
Sayangnya, komunikasi pesawat terputus sebelum pilot bisa menjelaskan lebih lanjut.
Baca Juga: Detik-Detik Air India Jatuh di Asrama Mahasiswa, Ratusan Tewas Termasuk Tokoh Politik!
2. Roda Pesawat Tidak Tertarik
Ahli penerbangan mengamati bahwa dalam video amatir, roda pendaratan (landing gear) tampak masih terbuka saat pesawat seharusnya sudah stabil di udara.
Hal ini bisa memicu gangguan aerodinamis dan meningkatkan risiko kehilangan kendali.
3. Faktor Lokasi & Dampak Tambahan
Pesawat menghantam asrama kampus saat jam makan siang, menambah jumlah korban dari kalangan mahasiswa. Kecelakaan ini terjadi di kawasan padat, memperparah dampaknya di darat.
4. Masih Tahap Investigasi
Pemerintah India telah membentuk tim investigasi independen, bekerja sama dengan Boeing, GE Aerospace, dan FAA. Kotak hitam dan data penerbangan kini tengah dianalisis untuk mengungkap penyebab pastinya.
Baca Juga: Detik-Detik Air India Jatuh di Asrama Mahasiswa, Ratusan Tewas Termasuk Tokoh Politik!
5. Catatan Pesawat & Operator
AI171 menggunakan Dreamliner buatan 2013 yang telah beroperasi di Air India sejak 2014. Meski tergolong pesawat modern, jenis ini berada di bawah sorotan terkait isu kualitas dan produksi dari Boeing dalam beberapa tahun terakhir.
Meski penyebab pasti belum diumumkan, kerusakan teknis setelah lepas landas menjadi dugaan utama. Hasil investigasi resmi akan menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.