Pesawat Air India dengan tujuan London, nomor penerbangan Al171 dikabarkan jatuh setelah 30 detik lepas landas. Pesawat tersebut jatuh di atas asrama kedokteran B.J Medical College pada Kamis, (12/6). Pukul 13.39 waktu setempat.
Pesawat berangkat dari Bandara Internasional Ballabhai Patel, Ahmedabad dan dijadwalkan akan tiba di Bandara Gatwick, London pukul 18.25. Akan tetapi, kurang dari satu menit lepas landas, pesawat tiba-tiba jatuh dan menghantam pemukiman padat penduduk Meghani Nagar yang berada tak jauh dari lokasi bandara. Pesawat jatuh tepat di atas bangunan asrama kedokteran dan menyebabkan kebakaran di area tersebut.
Berdasarkan situs pelacakan penerbangan Flightradar 24, pesawat dilaporkan kehilangan sinyal setelah lepas landas kurang dari satu menit. Ketinggian terakhir pesawat yang tercatat dalam data adalah berada di ketinggian 190 meter sebelum jatuh. Pesawat bertipe Boeing 787 Dreamliner itu membawa total 242 orang, termasuk penumpang dan awak, 241 penumpang dinyatakan tewas.
Pilot dan Ko Pilot Pesawat Air India Punya Ribuan Jam Terbang
Berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Penerbangan of Sipil (DGCA) pada Kamis (12/6), kru pesawat Air India Al171 sempat memberikan panggilan MAYDAY kepada Air Traffic Control (ATC) atau pengendali lalu lintas udara tak lama setelah lepas landas, akan tetapi pesawat tidak memberikan respon kembali saat dihubungi ATC.
Dilaporkan oleh media lokal, pesawat Air India Al1171 diterbangkan oleh Kapten Sumeet Sabharwal, seorang pilot dengan 8.200 pengalaman jam terbang, dan didampingi oleh Ko Pilot bernama Clive Kunder, yang memiliki 1.100 jam terbang. Clive telah menyelesaikan pelatihannya di sekolah penerbangan Paris Air di Florida.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki oleh otoritas penerbangan india yang bekerja sama dengan Badan Investigasi Kecelakaan Inggris (AAIB UK) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB). Dugaan awal terjadi kegagalan sistem landing gear yang tidak naik sempurna saat lepas landas. Sementara itu, kotak hitam (black box) pesawat sudah ditemukan dan sedang dianalisis oleh para ahli. (*)
Editor : Jauhar Yohanis