Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Fenomena Hikikomori: Ketika Jutaan Orang Memilih Mengurung Diri dari Dunia Nyata

Dedy Nurhamsyah • Kamis, 3 Juli 2025 | 00:27 WIB
fenomena hikomori
fenomena hikomori

Di Jepang, ada fenomena sosial yang mencengangkan: hikikomori. Istilah ini merujuk pada orang-orang — kebanyakan remaja hingga dewasa muda — yang secara ekstrem menarik diri dari kehidupan sosial. Mereka mengurung diri di dalam kamar selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan hanya berinteraksi dengan dunia luar melalui internet atau tidak sama sekali.

Fenomena ini pertama kali dicatat secara serius oleh psikolog Jepang Tamaki Saitō pada akhir 1990-an. Pemerintah Jepang memperkirakan bahwa ada lebih dari 1 juta kasus hikikomori, dan jumlah ini terus bertambah. Bahkan, sebuah laporan dari NHK menyebutkan bahwa ada "hikikomori tua" berusia 40 tahun ke atas yang masih menggantungkan hidupnya pada orang tua mereka — disebut sebagai generasi "8050", yaitu orang tua usia 80-an yang masih merawat anak hikikomori usia 50-an.

Apa penyebabnya? Banyak faktor yang berperan: tekanan akademis, bullying, kegagalan dalam dunia kerja, hingga ekspektasi sosial yang tinggi. Sistem masyarakat yang kompetitif membuat sebagian individu merasa tidak mampu bersaing, dan akhirnya memilih menarik diri.

Hikikomori bukan sekadar masalah pribadi — ini adalah krisis sosial. Pemerintah Jepang bahkan telah membentuk unit khusus untuk menangani kasus ini, dan berbagai LSM mencoba melakukan pendekatan dengan "peers" atau konselor sebaya agar mereka kembali terbuka pada dunia luar.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Jepang. Korea Selatan, Italia, bahkan beberapa negara Barat mulai melaporkan gejala serupa. Dunia semakin sadar bahwa kesehatan mental dan tekanan sosial yang tak terlihat bisa menghancurkan generasi muda secara perlahan.

Editor : Jauhar Yohanis
#hikikomori #jepang #mengurung diri