JP Radar Nganjuk - Kabar mengejutkan datang dari jagat K-Pop. G-Dragon resmi membatalkan konser perdananya di Bangkok untuk tur dunia bertajuk “G-DRAGON 2025 WORLD TOUR [Ubermensch] IN BANGKOK".
Konser yang semula akan digelar pada 2 Agustus 2025 di Stadion Nasional Rajamangala, Thailand itu dibatalkan secara mendadak karena keadaan yang tidak terduga.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi oleh tim G-Dragon melalui laman penggemar resminya pada Kamis (11/7).
Dalam pernyataannya, pihak manajemen menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang telah menantikan penampilan ini dan dengan tulus kami menyesalkan kekecewaan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kesabaran yang terus diberikan oleh penggemar kami di Thailand,” tulis mereka.
Pembatalan konser ini sontak membuat penggemar kecewa berat. Pasalnya, tingginya antusiasme penggemar terhadap konser yang rencananya akan digelar di salah satu venue terbesar di Thailand.
Di media sosial, warganet tak kuasa menahan rasa kecewa. Banyak dari mereka yang sudah jauh-jauh hari memesan tiket pesawat, memesan hotel, bahkan mengambil cuti demi bisa menonton konser sang idola.
"Aku sudah lama menunggu ini..." tulis salah satu penggemar di platform Pann.
"Akankah kita bisa melihat GD di Thailand lagi?" tambah yang lain.
Tak sedikit pula yang menyuarakan kekecewaannya terhadap pihak manajemen, Galaxy Corporation, karena dianggap kurang profesional dalam menangani tur tersebut.
Dugaan miskomunikasi dan manajemen yang buruk mencuat di komunitas daring internasional.
Meski belum ada keterangan resmi mengenai alasan pasti di balik pembatalan konser, frasa “keadaan tak terduga” dalam pernyataan resmi Galaxy Corporation, mengindikasikan adanya pertimbangan serius yang mendasari keputusan batalnya tur tersebut.
Sementara itu, G-Dragon diketahui telah berangkat dari Bandara Incheon menuju Taipei pada 10 Juli lalu untuk melanjutkan jadwal tur berikutnya.
Tur dunia ini sendiri mencakup 13 negara, termasuk Korea Selatan, Australia, Taiwan, Malaysia, Prancis, Amerika Serikat, dan seharusnya Thailand.
Penggemar kini hanya bisa berharap agar tidak ada lagi jadwal yang dibatalkan dan manajemen bisa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pembatalan mendadak ini.
Penulis: Marta Mahasiswa Magang UIN Sunan Ampel Surabaya
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira