Kabar duka datang dari Kerajaan Arab Saudi. Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal luas sebagai Sleeping Prince, wafat pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kepergiannya menyita perhatian publik dunia, mengingat kisah hidupnya yang penuh keteguhan dan harapan selama hampir dua dekade dalam kondisi koma.
Lalu siapakah sosok Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud yang dikenal sebagai Sleeping Prince? Simak penjelasannya berikut ini
Putra Kerajaan dengan Garis Keturunan Kuat
Al-Waleed merupakan putra sulung dari Pangeran Khaled bin Talal Al Saud. Ia adalah cucu dari Raja Abdulaziz Al Saud, pendiri Kerajaan Arab Saudi, sekaligus keponakan dari Pangeran Al-Waleed bin Talal, investor global ternama. Ia lahir sekitar tahun 1989 dan mengenyam pendidikan di luar negeri sebelum kecelakaan tragis merenggut masa mudanya.
Kecelakaan Tragis dan Julukan “Sleeping Prince”
Pada tahun 2005, Al-Waleed mengalami kecelakaan mobil di London saat berusia sekitar 15 tahun. Insiden itu menyebabkan cedera otak parah dan pendarahan dalam, membuatnya koma total hingga akhir hayat. Ia dirawat intensif di King Abdulaziz Medical City, Riyadh, menggunakan alat bantu hidup. Meski sempat ada harapan ketika ia tampak bergerak di tahun 2019 dan 2020, kondisinya tak pernah membaik secara signifikan.
Simbol Harapan dan Cinta Ayah Sepanjang Masa
Sikap sang ayah, Pangeran Khaled, menjadi sorotan dunia karena menolak mencabut alat bantu hidup demi keyakinan bahwa hanya Tuhan yang berhak menentukan hidup dan mati sang putra. Dedikasinya yang tak goyah menjadi inspirasi banyak orang. Setiap tahun, unggahan doa, video perayaan hari raya, dan momen keluarga di ruang perawatan sang pangeran selalu menyentuh publik
Wafatnya menjadi Masa Berkabung Nasional
Meski tak pernah berbicara di depan umum, Al-Waleed menjadi simbol ketabahan. Julukan Sleeping Prince terus menjadi trending di berbagai media sosial. Ilustrasi, puisi, dan ungkapan belasungkawa mengalir deras sejak kabar wafatnya diumumkan.
Jenazahnya disalatkan pada Minggu, 20 Juli 2025. Salat jenazah laki-laki dilaksanakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah, sementara perempuan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal. Pemerintah Arab Saudi menetapkan masa berkabung nasional hingga 22 Juli 2025 sebagai penghormatan terakhir.
Baca Juga: Profil Kristin Cabot, CPO Astronomer yang Viral karena Skandal Selingkuh di Konser Coldplay
Editor : Jauhar Yohanis