Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Dunia di Ambang Perang Kolosal! China Pasang Badan untuk Iran, Sebut Kedaulatan Bukan Lapak yang Bisa Diobrak-abrik!

Dedy Nurhamsyah • Kamis, 12 Maret 2026 | 07:00 WIB

DIAMBANG PERANG KOLOSAL: China Menantang Badai Barat Demi Legitimasi Mojtaba Khamenei
DIAMBANG PERANG KOLOSAL: China Menantang Badai Barat Demi Legitimasi Mojtaba Khamenei

JP Radar Nganjuk- Di sebuah ruangan di Beijing yang suhu AC-nya sedingin tatapan mantan, Tuan Guo Jiakun berdiri dengan gestur yang lebih rapi dari masa depan kita. Sang juru bicara Negeri Tirai Bambu ini menatap podium dengan dagu terangkat, seolah-olah gravitasi hanyalah saran, bukan kewajiban hukum alam.

Dunia sedang membara, namun Beijing tetap sedingin es di puncak Himalaya.

Ketika tinta sejarah masih basah oleh tragedi tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei—akibat "hujan kembang api" mematikan dari Paman Sam dan sekutunya—Teheran bergerak secepat kilat. Mojtaba Khamenei kini duduk di kursi panas. Dan China, dengan keanggunan seorang kaisar, baru saja memberikan restu yang membuat telinga Washington berdenging hebat.

Melihat Israel sudah mulai mengasah pedang dan Amerika siap menekan tombol delete, China pun angkat bicara. Pada Senin (9/3/2026), Guo Jiakun melangkah ke podium dengan gaya anggun bak model catwalk yang baru saja cair bonusnya.

"Dengar ya, warga internet dan para penguasa dunia," ujar Guo (dalam versi terjemahan bebas).

"Mojtaba naik jadi bos karena memang begitulah aturannya. Itu urusan internal mereka. Ibarat tetangga ganti cat rumah, kalian tidak perlu ikut campur, apalagi berniat mengebom tukang catnya!" lanjutnya.

Pesan China singkat namun tajam: "Senggol Mojtaba, Berurusan dengan Naga!" Tentu saja, disampaikan dengan bahasa diplomatik kelas ningrat.

Israel sebelumnya sudah sesumbar di media sosial dan jalur resmi bahwa siapa pun penerus Khamenei akan "dijemput" dengan cara yang sama. Tapi China dengan santainya menegaskan bahwa kedaulatan Iran adalah harga mati.

"Kami tidak suka ada orang asing sok asyik mengatur dapur orang lain dengan dalih demokrasi atau apa pun. Hormatilah! Iran itu negara berdaulat, bukan lapak kaki lima yang bisa kalian obrak-abrik sesuka hati," tegas Guo sambil membetulkan kerah bajunya yang mungkin seharga motor matic terbaru.

Sementara itu, di cakrawala Timur Tengah, langit tak lagi biru. Warnanya berubah jingga oleh ledakan dan abu.

Rudal-rudal Teheran mulai menari di angkasa, mengirimkan pesan balasan kepada Israel dan siapa pun yang berani meminjamkan tanahnya untuk pangkalan militer Amerika.

Di tengah simfoni kehancuran ini, China berdiri tegak sebagai raksasa yang menolak untuk panik. Mereka menentang segala bentuk intervensi dengan dalih apa pun. Bagi Beijing, integritas wilayah Iran adalah naskah suci yang tidak boleh dicoret-coret oleh moncong jet tempur asing.

Dunia kini menahan napas. Apakah ketenangan elegan dari Beijing ini akan menjadi jangkar perdamaian, atau justru sekadar "gong" pembuka dari babak perang yang jauh lebih kolosal?

Editor : rekian
#amerika seriat #Mojtaba Khamenei #Isra #beijing #iran #Guo Jiakun #perang dunia