
NGANJUK – Kebakaran di kawasan Gunung Wilis, Nganjuk, mulai mengkhawatirkan. Titik api yang berada di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, terus bergerak mendekati permukiman warga.
Berdasarkan data terbaru, jarak titik api dengan permukiman kini sekitar 10 kilometer. Jarak tersebut berkurang cukup signifikan dibanding sehari sebelumnya yang masih mencapai sekitar 15 kilometer.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk Purwo Hadi Setyo Wicaksono mengatakan, kondisi kebakaran semakin dipengaruhi oleh angin kencang yang bergerak ke arah permukiman.
“Sebelumnya berjarak 15 kilometer, sekarang menjadi 10 kilometer,” ujar pria yang akrab disapa Wicak tersebut.
Angin Kencang Bikin Api Cepat Menyebar
Wicak menjelaskan, kebakaran di Desa Ngliman semakin meluas dalam sehari terakhir. Kondisi tersebut diperparah banyaknya pohon dan tanaman kering yang menjadi bahan bakar api.
Angin kencang juga membuat api lebih mudah menjalar dari satu titik ke titik lainnya.
Untuk mengantisipasi api semakin mendekati permukiman, BPBD Nganjuk bersama petugas gabungan melakukan pemadaman dengan metode penyekatan.
Upaya tersebut mulai dilakukan sejak pagi 18 September. Sedikitnya terdapat empat titik penyekatan yang dibuat di sekitar lokasi kebakaran.
Belasan petugas ditempatkan di masing-masing titik untuk mencegah api terus bergerak dan meluas.
Petugas Putus Bahan Bakar Api
Wicak menjelaskan, metode penyekatan dilakukan dengan memutus salah satu unsur dalam segitiga api, yakni bahan bakar, panas, dan oksigen.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




