JP Radar Nganjuk - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan terlibat dalam pendanaan proyek kilang minyak di Indonesia.
Pembahasan mengenai kerja sama pendanaan ini sedang berjalan antara Danantara dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengonfirmasi bahwa rencana pendanaan dari Danantara sudah disampaikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam beberapa kesempatan.
“Pak Menteri juga sudah menyampaikan pada publik bahwa sebagian pendanaan untuk proyek kilang minyak ini akan berasal dari Danantara,” tegasnya pada Jumat (28/2).
Meskipun belum ada konfirmasi resmi apakah proyek kilang minyak tertentu menjadi prioritas dalam pendanaan, Dadan menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah proyek hilirisasi untuk mendapatkan pendanaan dari Danantara.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa Danantara akan memiliki modal kelolaan mencapai US$ 900 miliar, yang menjadikannya salah satu badan pengelola investasi terbesar di dunia.
“Dengan total aset lebih dari US$ 900 miliar, Danantara Indonesia akan menjadi salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia,” ujarnya pada Selasa (24/2).
Danantara diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam mendanai proyek-proyek penting di sektor energi dan hilirisasi, guna mendukung perkembangan ekonomi Indonesia.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira