JP Radar Nganjuk - Dunia penerbangan nasional terus tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Sejumlah bandara di Indonesia kini tak hanya berfungsi sebagai gerbang transportasi, tetapi juga menjadi simpul penting konektivitas antar wilayah dan internasional.
Berikut tujuh bandara terbesar di Tanah Air berdasarkan volume penumpang, kapasitas, dan peran strategis.
1. Soekarno-Hatta (CGK) – Banten
Sebagai bandara utama Indonesia, Soekarno-Hatta masih menjadi yang terbesar. Tahun lalu, bandara ini melayani lebih dari 60 juta penumpang.
Dengan tiga terminal aktif dan area seluas 18 km², CGK menjadi pusat utama penerbangan domestik dan internasional.
2. Juanda (SUB) – Surabaya
Bandara ini menjadi pintu utama kawasan timur Jawa dan Indonesia bagian timur.
Dikelola oleh Angkasa Pura I, Juanda mencatatkan volume penumpang di atas 20 juta per tahun dan terus berkembang.
3. Ngurah Rai (DPS) – Bali
Sebagai ikon pariwisata Indonesia, Ngurah Rai tak kalah sibuk.
Bandara ini menangani arus wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali, dengan volume penumpang sekitar 20 juta per tahun.
4. Kualanamu (KNO) – Sumatra Utara
Menjadi satu-satunya bandara dengan akses kereta api bandara pertama di Indonesia, Kualanamu kini mengarah menjadi hub internasional di kawasan barat.
Kapasitasnya mencapai lebih dari 10 juta penumpang per tahun.
5. Sultan Hasanuddin (UPG) – Makassar
Pasca perluasan terminal yang rampung pada 2023, UPG tampil sebagai simpul penting konektivitas Indonesia timur.
Fasilitas modern dan arsitektur lokal menjadikan bandara ini representatif dan fungsional.
6. Yogyakarta International Airport (YIA) – Kulon Progo
Sebagai bandara baru, YIA langsung mencuri perhatian.
Berkonsep modern dan tahan gempa, YIA mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun, meski saat ini realisasinya masih sekitar 5–8 juta.
7. Minangkabau (PDG) – Padang
Bandara utama Sumatra Barat ini menjadi penghubung wilayah barat Indonesia dan gerbang wisata Minangkabau.
PDG mencatatkan pertumbuhan stabil, dengan penumpang tahunan mencapai 5 juta.
Editor : Elna Malika