Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SFF Timur Beroperasi, Barat Terbengkalai

K
Penulis: Karen Wibi❯

KOSONG MELOMPONG: Stan di Slumbung Food Festival (SFF) sebelah barat belum ada pedagang yang berjualan hingga kemarin.
KOSONG MELOMPONG: Stan di Slumbung Food Festival (SFF) sebelah barat belum ada pedagang yang berjualan hingga kemarin.


Advertisement

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Nasib berbeda dialami Slumbung Food Festival (SFF). Jika stan-stan SFF di sebelah timur sudah beroperasi, tidak demikian dengan SFF sebelah barat. Hingga kemarin, stan-stan di SFF sebelah barat masih tutup total. Tidak ada aktivitas di sana. 

Menurut Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, SFF di sisi barat juga akan dibuka dalam waktu dekat. “Nanti semua SFF timur dan barat akan beroperasi lagia,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Marhaen menjelaskan, pada 6 Desember lalu, Pemkab Nganjuk sudah kembali membuka SFF sisi timur.Hasilnya, respons dari masyarakat sangat positif. Banyak masyarakat yang berkunjung ke aset milik pemda itu.

Advertisement

Tak ingin berhenti di situ, dalam waktu dekat, SFF sisi barat segera dibuka. Rencananya belasan kios di sisi barat itu akan dibuka dalam waktu beberapa minggu ke depan. “Semoga dalam waktu dekat dapat segera beroperasi,” tambahnya.

Berbeda dengan SFF di sebelah timur, menurut Marhaen, SFF di sisi barat akan memiliki konsep yang berbeda. Nantinya konsep yang digunakan akan lebih cocok untuk anak-anak muda. “Kami mencontoh cafe-cafe di Kabupaten Nganjuk yang terkenal. Nantinya sisi barat akan lebih untuk anak muda,” imbuh politisi PDI Perjuangan itu.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo. Menurut Gunawan, SFF di sisi barat rencananya akan dibuka dalam waktu dekat. “Saat ini sedang dipersiapkan pembukaan SFF di sebelah barat,” ujarnya.

Advertisement

Salah satu persiapannya adalah dengan melakukan renovasi. Karena diketahui, setelah lama tak digunakan, kondisi SFF sisi barat mengenaskan. Banyak bahan-bahan bangunan yang rusak. Ditambah lokasi tersebut banyak ditemukan sampah. “Renovasi akan dilakukan sebentar lagi. Setelah itu baru dibuka,” tambahnya sembari berharap SFF dapat menjadi magnet masyarakat untuk berkunjung ke Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN).

Perlu diketahui, di tahun lalu, Pemkab Nganjuk bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola SFF. Sayangnya kesepakatan antara Pemkab Nganjuk dan pihak ketiga tidak bertahan lama. SFF ditutup sebelum waktu kontrak habis. Hal itu dilakukan karena pengunjung di SFF yang terus menurun.

Sejak putus kontrak dengan pihak ketiga, Pemkab Nganjuk tidak lagi mengelola SFF. Selama sekitar satu tahun aset milik daerah itu mangkrak. Lebih parahnya, selama mangkrak, aset tersebut sering digunakan oleh gelandangan. Entah itu digunakan untuk istirahat atau tidur di malam hari.

Aset milik daerah itu lalu akan dikelola oleh pihak ketiga. Yaitu paguyuban pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Kabupaten Nganjuk. (wib/tyo)

Advertisement
Editor : Karen Wibi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nasi Jagung Prambon Nganjuk, Sarapan Kenyang Hanya Rp 8 Ribu

Nasi Jagung Prambon Nganjuk, Sarapan Kenyang Hanya Rp 8 Ribu

Warung nasi jagung sederhana ini hanya buka pada pagi hari, menjadi andalan sarapan warga setempat maupun pelintas ke Kediri atau Tanjunganom.

Truk Boks Tabrak Motor, Dua Tewas

Truk Boks Tabrak Motor, Dua Tewas

Kecelakaan maut melibatkan truk boks Mitsubishi bernopol B 9036 JZN dan sepeda motor Honda Vario bernopol G 4991 PK terjadi di jalan umum masuk Desa Mungkung,

Rumah Lansia Desa Tanjungkalang Terbakar

Rumah Lansia Desa Tanjungkalang Terbakar

Niat masak berujung petaka. Rumah milik Moh Toyib, 61, warga Dusun/Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, terbakar pada Rabu malam (14/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer