Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Cabai Rawit di Pasar Wage Meroket

N
Penulis: Novanda Nirwana❯

MELAMBUNG: Pedagang cabai rawit di Pasar Wage Nganjuk. Kemarin harga cabai rawit menembus Rp 75 ribu per kilogram.
MELAMBUNG: Pedagang cabai rawit di Pasar Wage Nganjuk. Kemarin harga cabai rawit menembus Rp 75 ribu per kilogram.


Advertisement

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga cabai rawit di Pasar Wage, Kabupaten Nganjuk, meroket. Lonjakan paling terasa terjadi pada cabai rawit yang kemarin menembus Rp 75 ribu per kilogram.  Salah satu pedagang cabai di Pasar Wage, Asep, 37, mengatakan, kenaikan harga cabai dipicu oleh ketimpangan antara permintaan dan ketersediaan barang di pasaran.  “Permintaan lebih banyak, tapi barangnya justru lebih sedikit,” ujarnya.

 

Saat ini, harga cabai rawit dijual Rp 75 ribu per kilogram, bahkan di beberapa pedagang ada yang menjual Rp 78 ribu. Padahal, harga cabai rawit biasanya berada di bawah angka tersebut. "Sebelumnya berkisar Rp 50 ribu per kilogram," ujarnya.

Advertisement

Menurut Asep, kondisi cuaca menjadi salah satu penyebab minimnya pasokan. Banyak tanaman cabai di tingkat petani yang gagal panen sehingga kualitas cabai yang masuk pasar tidak semuanya bagus.  “Banyak cabai yang gagal panen, jadi pembeli pasti pilih-pilih yang kualitasnya bagus,” jelasnya.

Ia menilai harga cabai rawit sulit turun dalam waktu dekat. “Untuk cabai rawit dari tahun baru kemarin masih anteng di atas Rp 60 ribu. Nggak sampai turun di bawah Rp 50 ribu,” paparnya.

Kenaikan harga ini diakui baru terjadi sekitar tiga hari terakhir. Namun, Asep khawatir tren kenaikan akan terus berlanjut, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya diikuti lonjakan kebutuhan masyarakat. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok. “Kalau harga terus naik sampai Ramadan, pedagang kecil seperti kami yang paling terdampak,” kata Asep.

Advertisement

Lonjakan harga cabai  dikeluhkan pembeli. Siti Anjani, 35, salah satu warga yang berbelanja di Pasar Wage, mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian.  “Biasanya beli setengah kilo cabai rawit, sekarang paling cuma seperempat kilogram. Mahal sekali,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Rina, 35, warga Nganjuk. Dia berharap, harga cabai rawit segera turun karena sangat mempengaruhi pengeluaran harian. “Cabai itu kebutuhan utama buat masak. Kalau mahal terus, ya berat,” pungkasnya. (nov/tyo)

Advertisement
Editor : Karen Wibi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Truk Boks Tabrak Motor, Dua Tewas

Truk Boks Tabrak Motor, Dua Tewas

Kecelakaan maut melibatkan truk boks Mitsubishi bernopol B 9036 JZN dan sepeda motor Honda Vario bernopol G 4991 PK terjadi di jalan umum masuk Desa Mungkung,

Rumah Lansia Desa Tanjungkalang Terbakar

Rumah Lansia Desa Tanjungkalang Terbakar

Niat masak berujung petaka. Rumah milik Moh Toyib, 61, warga Dusun/Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, terbakar pada Rabu malam (14/10).

Pemkab Nganjuk Bahas Persyaratan Pilkades 234 Desa dan Pengisian BPD 2026

Pemkab Nganjuk Bahas Persyaratan Pilkades 234 Desa dan Pengisian BPD 2026

Ijazah diurus melalui Dinas Pendidikan. Ijazah tahun 2024 ke atas yang telah ber-QR code tidak perlu dilegalisir karena datanya sudah tersedia dalam basis data,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer