Harga emas diprediksi akan NAIK (Rebound) menjelang Lebaran (akhir Maret 2026).
Meskipun pada pertengahan Februari 2026 ini harga emas sedang mengalami koreksi (penurunan sementara), tren jangka menengah menuju Lebaran dan jangka panjang sepanjang tahun 2026 tetap sangat bullish (menguat).
Penurunan harga saat ini justru dianggap oleh para analis sebagai momen terbaik untuk membeli (buy the dip) sebelum harga kembali melonjak karena permintaan musiman (THR) dan faktor global.
1. Situasi Pasar Hari Ini (Data per 18 Februari 2026)
Sebelum melihat ke Lebaran, penting untuk memahami posisi harga saat ini:
-
Tren Saat Ini: Harga emas Antam baru saja mengalami penurunan signifikan. Per 18 Februari 2026, harga dilaporkan turun tajam ke kisaran Rp 2.878.000 per gram (turun sekitar Rp 40.000 dari hari sebelumnya).
-
Penyebab Penurunan: Aksi ambil untung (profit taking) investor global dan penguatan sementara Dolar AS menjelang bulan puasa.
-
Analisa: Ini adalah "koreksi sehat". Pola tahunan sering menunjukkan harga sedikit turun atau sideways di awal puasa, lalu mulai merangkak naik 1-2 minggu sebelum Lebaran saat masyarakat membelanjakan uang THR.
2. Prediksi Harga Menjelang Lebaran (Maret 2026)
Menuju tanggal Lebaran (21 Maret 2026), harga diprediksi akan kembali menguat karena faktor berikut:
-
Efek Musiman (THR): Cairnya Tunjangan Hari Raya di Indonesia secara historis meningkatkan permintaan fisik emas secara drastis, yang mendorong harga naik di pasar domestik (Antam).
-
Prediksi Harga Global:
-
JP Morgan: Memiliki target harga emas yang sangat optimis hingga $6.300/oz pada akhir 2026. Ini menunjukkan bahwa setiap penurunan harga dianggap sementara dalam tren kenaikan raksasa.
-
Goldman Sachs: Menargetkan harga $5.400/oz untuk tahun 2026, didorong oleh pembelian bank sentral.
-
UBS: Memprediksi harga rata-rata kuartal ini (Q1-Q2 2026) berada di kisaran $3.600 - $3.700/oz, jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
-
3. Faktor Utama Pemicu Kenaikan di 2026
Seluruh sumber dunia sepakat bahwa 2026 adalah tahun "Super Cycle" untuk emas karena:
-
Pembelian Bank Sentral: Negara seperti China dan India terus memborong emas dalam jumlah rekor untuk mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.
-
Geopolitik: Ketidakpastian global membuat emas tetap diburu sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
-
Suku Bunga AS: Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed di tahun 2026 membuat Dolar melemah dan emas menjadi lebih menarik.
Kesimpulan & Rekomendasi
-
Prediksi Lebaran: Harga kemungkinan besar akan lebih tinggi daripada harga pertengahan Februari ini, berpotensi kembali menembus level psikologis Rp 2.950.000 - Rp 3.000.000++ per gram saat permintaan THR memuncak.
-
Saran: Jika Anda berniat membeli emas untuk kebutuhan Lebaran atau investasi, saat ini (pertengahan Februari) saat harga sedang terkoreksi ke angka Rp 2,8 jutaan adalah waktu yang sangat tepat untuk membeli (entry point), sebelum harga naik kembali mendekati Hari Raya.
Disclaimer: Harga emas bersifat fluktuatif. Keputusan investasi tetap berada di tangan Anda.
Editor : Miko