Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Jelang Lebaran: Jasa Penukaran Uang Pinggir Jalan Mulai Menjamur di Nganjuk, Tarif Jasa Capai Rp 25 Ribu

Novanda Nirwana • Minggu, 8 Maret 2026 | 09:00 WIB

JADI BURUAN: Jasa penukaran uang baru di tepi jalan menjelang Lebaran.
JADI BURUAN: Jasa penukaran uang baru di tepi jalan menjelang Lebaran.

NGANJUK,JP Radar Nganjuk- Hari Raya Idulfitri 1445 H tinggal menghitung hari. Menjelang momen lebaran tersebut, jasa penukaran uang baru mulai marak di sepanjang jalan raya Kabupaten Nganjuk. Fenomena ini muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil untuk tradisi berbagi di hari raya.

Meningkatnya permintaan uang baru ini dirasakan langsung oleh para penyedia jasa, salah satunya Sri m, 39, warga Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, volume transaksi di lapaknya mengalami kenaikan yang signifikan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun tapi Tetap Bertahan di Level Rp3 Juta per Gram Hari Ini Jumat 6 Maret 2026

Sri menjelaskan bahwa tarif jasa penukaran uang bersifat fluktuatif, tergantung pada seberapa dekat jarak waktu dengan hari lebaran. Saat ini, rata-rata biaya jasa adalah Rp 15.000 untuk setiap penukaran Rp 100.000.

"Kalau sekarang tukar per Rp 100 ribu biasanya kena biaya Rp 15 ribu. Tapi kalau sudah mendekati lebaran, tarifnya bisa naik sampai Rp 25 ribu," ujar Sri saat ditemui di lapaknya.

Baca Juga: IHSG Ngebut di Jalur Hijau! Sesi I Ditutup Melonjak 1,67 Persen, Investor Optimis?

Sulitnya mendapatkan uang pecahan baru di perbankan konvensional menjadi berkah tersendiri bagi penyedia jasa pinggir jalan. Menurut Sri, keterbatasan stok di bank membuat banyak orang beralih kepadanya, termasuk para pegawai instansi.

"Bank di sini sering tidak bisa menyediakan penukaran uang secara langsung dalam jumlah banyak. Bahkan, kemarin ada pegawai bank yang meminta pecahan baru ke saya sampai Rp 20 juta," ungkapnya.

Meski banyak calon pembeli yang mencoba menawar tarif jasa, Sri mengaku tetap bertahan pada harga pasaran karena ia sudah memiliki basis pelanggan tetap yang cukup luas, mulai dari masyarakat umum hingga karyawan dinas pemerintahan.

Baca Juga: IHSG Tancap Gas! Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan untuk Cuan Maksimal Hari Ini 5 Maret 2026

Bagi masyarakat, kepraktisan menjadi alasan utama mereka memilih menukar uang di pinggir jalan meski harus mengeluarkan biaya ekstra. Rinawati (35), warga Kecamatan Nganjuk, mengaku lebih memilih jasa ini karena prosesnya yang cepat dan tidak perlu mengantre lama.

"Kalau di bank antreannya sering panjang dan belum tentu dapat pecahan yang kita inginkan. Di sini lebih praktis, datang langsung dapat. Uang ini buat bagi-bagi ke keponakan saat lebaran nanti," tutur Rina.

Fenomena jasa penukaran uang ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H-3 lebaran, di mana arus masyarakat yang mencari uang pecahan baru diprediksi akan semakin membeludak.



Editor : rekian
#loceret #lebaran #hari raya idul fitri #penukaran uang baru #uang baru #hari raya idulfitri #Kabupaten Nganjuk