Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI di Dusun Krajan Selatan, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom terasa berbeda. Minggu lalu, Komunitas Official Titik Kumpul sukses menggelar pementasan Grebeg Sura Ponorogo yang dikemas dalam bentuk drama-sendratari. Selama 2,5 jam, warga dibuat terpukau dengan rangkaian cerita, musik, dan penampilan dari lintas generasi.
Ketua Official Titik Kumpul Rio Ari Firmansyah mengatakan, tantangan utama terletak pada pemain yang sebagian besar tidak memiliki latar belakang teater. “Jadi saya yang membagi peran. Anak-anak sekolah kami tempatkan sebagai dayang-dayang dan penari jaranan, pemuda jadi inti cerita, sementara orang tua juga ikut terlibat. Semua kalangan masuk,” jelas Rio.
Meski begitu, hasilnya tidak mengecewakan. Dialog diselipi gerakan sendratari agar penonton tidak bosan. Musik pun dipadukan dengan nuansa modern yang diambil dari YouTube. “Naskahnya saya ambil dari cerita Reog Ponorogo versi asmara, kisah sayembara untuk menikahi Dewi Songgo Langit. Syaratnya menghadirkan 144 kuda putih dan hewan berkepala dua. Itu pasti disukai warga,” tambahnya.
Persiapan pementasan dilakukan dengan delapan kali latihan saja. Karena kesibukan masing-masing anggota. Meski terbatas, properti yang digunakan dibuat sendiri, mulai dari topeng hingga jaranan jatil. “Bahasa dramanya juga kami pakai bahasa sehari-hari, biar lebih mudah dipahami penonton,” ujar Rio.
Warga yang hadir pun memberikan apresiasi positif. Panggung sederhana berubah jadi arena seni yang mempertemukan anak-anak, pemuda, hingga orang tua. (nov/tyo)
Editor : Miko