Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sarung-Running: Tren Unik Olahraga Malam Ramadan ala Komunitas Lari Nganjuk

Karen Wibi • Selasa, 3 Maret 2026 | 01:36 WIB

UNIK: Komunitas Lari foto bersama setelah running malam hari memakai outfit Ramadan.
UNIK: Komunitas Lari foto bersama setelah running malam hari memakai outfit Ramadan.

JP Radar Nganjuk- Komunitas lari di Nganjuk memiliki cara unik di Bulan Suci Ramadan. Mereka tetap running. Bedanya hanya di waktu. Mereka berlari setelah salat Tarawih dan memakai outfit Ramadan. 

Umat muslim di Kabupaten Nganjuk memiliki cara unik untuk menyambut Bulan Suci Ramadan. Salah satunya seperti yang diadakan oleh komunitas lari bernama Nganjuk Runners. Saat Ramadan, komunitas yang berdiri sejak 2015 itu tetap berlari dengan mengenakan outfit bertemakan Ramadan. "Lari malam hari ini sudah kami lakukan sejak 2024," ujar Ketua Nganjuk Runners Fatih. 

Ide lari malam hari muncul setelah pandemi Covid-19. Namun kegiatan berlari di malam hari itu sedikit berbeda di bulan Ramadan tahun lalu. Sejak saat itu, kegiatan berlari di malam hari memiliki tema masing-masing.

Salah satunya tema Ramadan. Di tahun lalu, menurut Fatih, kegiatan berlari di malam hari sudah menggunakan outfit bertema Ramadan. Mulai dari mengenakan sarung, kopiah, hingga gamis. “Tahun lalu sudah ada lari dengan tema Ramadan. Tapi tidak terlalu ramai,” tambahnya.

Kegiatan baru viral di tahun ini. Mulanya, kata Fatih, pihak komunitas memberikan pengumuman tentang jadwal kegiatan berlari. Kegiatan tersebut tak jauh seperti biasanya.

Namun di hari H, tiba-tiba, jumlah pelari yang datang membludak. Biasanya kegiatan berlari tersebut diikuti oleh tidak lebih dari 20 pelari. Namun pada Jumat lalu, kegiatan diikuti oleh nyaris 50 pelari. “Saya sempat kaget. Karena biasanya kegiatan berlari di malam hari itu sepi,” tandasnya sembari mengatakan kegiatan berlari lalu dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Waktu tersebut diambil setelah sholat tarawih. 

Kegiatan berlari itu dimulai dari Taman Nyawiji. Berlari ke arah Utama. Melewati Jalan Veteran dan kembali ke Jalan Ahmad Yani. Totalnya rute yang dilalui sepanjang sekitar 5 kilometer (km).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 pelari itu tentu mendapat perhatian dari warga di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Bagaimana tidak, pelari malam itu mengenakan pakaian unik. “Akhirnya viral hingga ke seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Setelah sempat viral, Fatih sempat menghentikan kegiatan berlari di Jumat malam. Alasannya karena takut jumlah pelari yang membludak hingga mengganggu arus lalu lintas. “Kegiatan baru akan dilanjutkan pada l  Jumat (6/3),” pungkasnya. (penulis karen wibi)

Editor : rekian
#runners #komunitas lari #olahraga malam #komunitas lari nganjuk #outfit ramadan