NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Genteng dan bata merah di Desa Batet dan Desa Kaloran di Kecamatan Ngronggot jadi primadona. Peminatnya bahkan tidak hanya berasal dari Kabupaten Nganjuk. Melainkan hingga ke luar daerah. Sumitro, 56, salah satu pembuat genteng dan bata merah asal Desa Betet.
Dia mengatakan mayoritas pembeli genteng dan bata merah tidak hanya dari Nganjuk. Melainkan juga dari Kabupaten Kediri hingga Jombang. “Pembeli genting dan bata merah di sini sudah dari luar kota. Karena mungkin di sini sudah ada sejak puluhan tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Sumitro, genting dan bata merah dari Desa Betet dan Desa Kaloran memiliki kualitas yang bagus. Genteng dan bata merah dari kedua desa itu diklaim memiliki ketahanan yang luar biasa.
Namun bukan hanya itu saja. Genteng dan bata merah tersebut juga memiliki harga yang terjangkau. Untuk genteng, harganya adalah Rp 2,6 juta per 1.000. Sedangkan, untuk bata merah yakni Rp 550 ribu per 1.000. “Harga tersebut adalah genteng dan bata merah kualitas super. Untuk kualitas yang biasa tentu harganya lebih murah,” tambahnya.
Selain itu di stok genteng dan bata merah di Desa Betet dan Desa Kaloran nyaris tak terbatas. Setiap harinya ada ribuah genting dan bata merah yang diproduksi. Ribuan genting dan bata merah itu semuanya diproduksi di puluhan rumah milik warga.
Setiap paginya mereka akan membuat genteng dan bata merah. Dimulai dari membuat adonan dari tanah liat, proses pencetakan, hingga pembakaran di tungku. “Stok di sini selalu ada. Sehingga, pembeli tidak mungkin kecela,” pungkasnya.
Editor : rekian