JP Radar Nganjuk - Kamu pernah denger cerita Icarus? Dalam mitologi Yunani, dia adalah anak dari Daedalus, seorang penemu hebat.
Mereka berdua kabur dari penjara dengan sayap buatan dari bulu dan lilin. Sebelum terbang, Daedalus ngasih nasihat: jangan terbang terlalu rendah, nanti kena ombak laut.
Tapi juga jangan terlalu tinggi, nanti lilinnya meleleh karena panas matahari. Tapi Icarus, karena terlalu semangat dan ngerasa bebas banget, malah terbang makin tinggi.
Akhirnya, lilin di sayapnya meleleh, dan dia jatuh ke laut. Kisah ini sering banget dijadikan simbol ambisi yang kelewat batas.
Kalau dipikir-pikir, cerita Icarus tuh nyambung banget sama kehidupan sekarang. Banyak orang di zaman sekarang pengen cepat sukses, cepat naik jabatan, cepat viral, dan pokoknya semua serba instan.
Kita kejar mimpi tanpa henti, kadang sampai lupa istirahat, lupa tujuan awal, bahkan lupa jaga diri sendiri.
Kita pengen "terbang tinggi" supaya dianggap berhasil, tapi kadang malah bablas dan kehilangan arah.
Ambisi itu bagus, tapi kalau nggak dibarengi kesadaran dan kontrol, bisa jadi bumerang—kayak Icarus.
Yang bisa kita pelajari dari Icarus adalah bahwa ambisi itu nggak salah. Justru penting buat berkembang.
Tapi kita tetap perlu tahu batas, tahu kapan harus gas dan kapan harus ngerem. Di era media sosial kayak sekarang, kita gampang banget ngerasa “ketinggalan” karena ngeliat orang lain kelihatan sukses.
Padahal setiap orang punya waktunya sendiri. Jangan sampai karena pengen buru-buru, kita malah jatuh duluan.
Terbang tinggi boleh, tapi pastikan kita juga tahu caranya turun dengan aman. Karena dalam hidup, bukan cuma soal setinggi apa kamu bisa terbang, tapi seberapa bijak kamu mengatur arah dan kecepatannya.
Penulis: Miranda Febryana
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira