Hai, Bunda!
Bayi kuning sering kali membuat orang tua cemas. Pertanyaan aneh-aneh akan muncul. Apalagi bila bayi pertama atau kasus pertama.
Tenang, Bun. Dalam artikel ini, akan bercerita soal jaundice atau biasa kita kenal dengan istilah bayi kuning. Apa penyebabnya, apakah berbahaya, dan yang paling penting apa yang bisa Bunda lakukan di rumah untuk membantu si kecil pulih.
Apa Itu Bayi Kuning?
Bayi kuning adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Kemungkinannya sekitar 3 dari 5 bayi akan mengalaminya di minggu-minggu pertama setelah lahir. Biasanya, ini tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan cara-cara sederhana.
Jaundice terjadi karena penumpukan bilirubin—zat berwarna kuning—yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah. Karena hati (liver) bayi yang baru lahir belum sepenuhnya matang, tubuhnya belum bisa membuang bilirubin dengan cepat. Hasilnya? Kulit dan mata jadi tampak kekuningan.
Baca Juga: Anak Nonton Terlalu Banyak? Ini Kata Dokter Anak soal Bahaya & Solusi Bijak Screen Time!
Bagaimana Cara Mengenali Bayi Kuning?
Gejala bayi kuning pertama terlihat di bagian mata bayi yang mulai tampak kuning, lalu bisa menyebar ke wajah dan tubuh. Tapi, jangan khawatir ya, Bun, dokter atau bidan akan memantau kadar bilirubin bayi dengan:
-
Tes darah, atau
-
Alat non-invasif yang ditempel di kulit bayi dan menggunakan cahaya khusus.
Apa yang Bisa Bunda Lakukan di Rumah?
Nah, kalau dokter bilang bayi kuning si kecil masih dalam kategori ringan atau sedang, ada beberapa cara alami yang bisa Bunda lakukan:
1. Sering-Sering Susui Bayi
Menyusui atau memberi ASI/susu formula setiap 3 jam sekali sangat penting. Cairan ini membantu bayi membuang bilirubin lewat urin dan pup.
2. Jemur Bayi di Bawah Sinar Matahari Pagi
Sinar matahari pagi (sekitar jam 7–8 pagi) mengandung vitamin D yang membantu memecah bilirubin. Jemur bayi selama 10–15 menit dengan pakaian yang minim (seperti membuka bagian wajah, tangan, dan dada).
3. Tambahan Vitamin D
Jika sulit menjemur bayi, Bunda bisa memberikan suplemen vitamin D (sesuai anjuran dokter), yang memang direkomendasikan untuk semua bayi baru lahir.
Kapan Harus Khawatir?
Walau kebanyakan bisa sembuh sendiri, bayi kuning atau jaundice perlu perhatian lebih jika:
-
Warna kuning makin parah
-
Bayi tampak lesu dan tidak mau menyusu
-
Kadar bilirubin terus naik
Jika ini terjadi, dokter bisa menyarankan fototerapi, yaitu perawatan dengan cahaya biru khusus yang membantu menghilangkan bilirubin dari tubuh. Dalam kasus sangat jarang, transfusi darah mungkin dibutuhkan, tapi ini sangat jarang terjadi dan efektif.
Yang penting Bunda jangan langsung panik kalau melihat si kecil mulai menguning. Ini adalah hal yang sangat umum dan bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Lakukan hal-hal di atas dengan tenang. Atau kalau ragu, konsultasikan dengan bidan atau dokter pribadi Anda. .
Semoga si kecil sehat selalu, ya, Bun! (*)
Editor : Jauhar Yohanis