JP RADAR NGANJUK-Pernahkah kamu terbangun dari mimpi yang terasa nyata sekali, tapi hanya beberapa menit kemudian detailnya mulai kabur, lalu hilang begitu saja? Tenang, kamu tidak sendirian. Hampir semua orang mengalami hal ini.
Tapi, mengapa mimpi begitu mudah terlupakan?
Kerja Otak Saat Tidur
Sebagian besar mimpi terjadi saat fase REM (Rapid Eye Movement), fase tidur ketika otak justru aktif seperti saat kita terjaga. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bagian otak yang bertugas menyimpan memori jangka panjang, seperti hipokampus dan korteks frontal, tidak bekerja maksimal pada fase ini.
Akibatnya, mimpi hanya tersimpan di memori jangka pendek dan cepat menghilang (Scientific American, 2019).
Mimpi Bisa Jadi “Sengaja” Dihapus Otak
Ada teori menarik yang disebut reverse learning theory. Menurut Francis Crick dan Graeme Mitchison (1983), mimpi berfungsi sebagai “pembersih otak” dari informasi yang tidak penting. Artinya, mimpi memang sengaja dilupakan agar otak kita tidak kewalahan menyimpan terlalu banyak data.
Bahkan, penelitian terbaru dari tim NIH dan Nagoya University (2020) menemukan adanya neuron khusus yang aktif saat fase REM untuk mendorong proses melupakan. Jadi, otak benar-benar secara aktif menghapus sebagian besar mimpi kita!
Gangguan Saat Bangun Membuat Mimpi Hilang
Selain faktor biologis, ada juga faktor eksternal. Ketika kita bangun, otak langsung menerima banyak stimulus: suara alarm, cahaya, atau pikiran tentang agenda hari itu. Rangsangan ini membuat otak lebih fokus pada realitas sehingga ingatan tentang mimpi terhapus. Fenomena ini disebut dengan interference hypothesis (PMC, 2024).
Mimpi yang sering cepat terlupakan bukanlah hal aneh. Otak kita memang tidak dirancang untuk menyimpan semua mimpi, bahkan ada mekanisme khusus untuk menghapusnya. Namun, mimpi yang penuh emosi, aneh, atau terjadi tepat sebelum kita bangun biasanya lebih mudah menempel dalam ingatan.
Jadi, kalau kamu sering lupa mimpi, bukan berarti kamu tidak bermimpi hanya saja otakmu memilih untuk “melepas” detail-detail itu.
Fun Fact: Mimpi penuh emosi lebih mudah diingat. Mimpi yang menakutkan, aneh, atau penuh emosi cenderung lebih melekat karena melibatkan bagian otak bernama amigdala yang mengatur perasaan.
Penulis: Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa Magang UN PGRI Kediri
Editor : Jauhar Yohanis