Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Nongkrong Kok Malah Capek Mental? Waspada, Circle-mu Bisa Jadi Toxic

Abdurahman • Selasa, 16 September 2025 | 17:51 WIB
Ilustrasi toxic friendship
Ilustrasi toxic friendship

JP Radar Nganjuk - Pertemanan harusnya bisa jadi tempat aman untuk bercerita, healing bareng, atau sekedar ketawa receh tanpa mikir dua kali. Salah satunya nongkrong, yang jadi cara healing anak muda bersama teman-teman. Tapi nyatanya nggak semua bisa bikin lega dan dikatakan healing. Belakangan, makin banyak Gen Z yang curhat kalau nongkrong bareng circle justru berakhir dengan overthinking, bahkan sampai capek mental.

Rida (21), pekerja asal Kediri pernah mengalaminya. "Aku suka ngerasa capek kalo habis ngumpul. Mereka sering kali bercanda tanpa melibatkan aku, karena aku sudah jarang ngumpul. Itu juga bukan tanpa alasan, padahal aku absen kumpul karena kerja," ujarnya, Senin (15/9).

"Pernah juga dulu, aku lagi ada masalah dan mau cerita ke mereka. Dan ternyata mereka ngga anggap itu hal yang serius dan jadiin itu candaan," tambahnya

Ada juga Azka (21), mahasiswa asal Madura yang pernah terjebak dalam lingkungan pertemanan yang toxic. "Pernah dulu ngumpul sama temen yang pembahasannya cuma gosipin orang dan lama-lama jadi sadar kalo pemikiran udah beda. Dan itu bener-bener nguras energi kalo pulang," ujarnya, Senin (15/9).

Syifa (20), mahasiswa asal Kediri yang pernah mengalami hal demikian. "Kadang kalo kita ketemu saman teman kan ya kita bertukar cerita ya? tapi ini rasanya nggak, aku kurang di dengar deh. Isinya cuma dia yang ceritain masalah dan aku nggak," terangnya, Senin (15/9).

Fenomena seperti ini sering muncul ketika circle sudah mulai masuk ke jurang toxic tanoa disadari. Misalnya obrolan yang kebanyakan cuma gosip, salinh bandingin pencapaian, atau candaan yang kelewat batas. Itu bukannya bikin pikiran dan perasaan plong, tapi bikin beban baru.

Kalau kamu ngalamin hal demikian, kamu bisa ikutin langkah kecil berikut:

Pertama, kenali sinyal dari tubuhmu dan perasaanmu setelah pulang nongkrong. Kalau rasanya kamu lelah fisik dan pikiran, mungkin circle itu nggak sehat.

Kedua, kamu bisa mulai membatasu waktu bertemu dengan teman-teman itu. Pilih juga momen yang pas untuk bertemu, misal saat energimu lagi penuh jadi nggak bikin kamu capek banget.

Ketiga, jangan ragu menetapkan batasan ke circle kamu. Di sini maksudnya kamu bisa dan berhak untuk bilang "stop", apalagi saat candaan mulai keterlaluan.

Terkahir, coba bangun pertemanan baru dengan orang-orang yang merasa bisa dengar kamu dan bisa menerima kehadiran kamu. Nggak perlu banyak, cukup segelintir teman yang berkualitas.

Ingat, pertemanan itu harusnya jadi ruang aman, bukan ruang yang bikin mental drop. Jadi kalau nongkrong lebih sering bikin overthinking daripada healing, itu tandanya sudah waktunya untuk evaluasi circle. Karena sejatinya, seorang teman itu nggak bikin capek, tapi bikin hidup terasa lebih ringan.

 

Penulis: Karunia Syifa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#nongkrong #Pertemanan beracun #toxic #hubungan #toxic friendship