JP RADAR NGANJUK- Potong pucuk dan potong tunas air sering jadi perdebatan, baik di kalangan petani maupun penghobi urban farming di rumah. Potong pucuk dan potong tunas air dilakukan untuk menjaga produktivitas tanaman. Apa bedanya?
Potong pucuk adalah teknik memangkas bagian ujung tanaman (batang utama atau cabang). Tujuannya untuk membatasi pertumbuhan ke atas, sehingga energi tanaman bisa dialihkan ke pembentukan cabang samping, bunga, dan buah. Potong pucuk akan merangsang percabangan baru, memudahkan perawatan, dan mencegah tanaman tumbuh terlalu tinggi.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural Science and Technology (2020) menunjukkan bahwa pemangkasan pucuk pada tanaman dapat meningkatkan jumlah cabang produktif sekaligus mempermudah pengendalian hama.
Sedangkan tunas air adalah tunas muda yang tumbuh di ketiak batang dan cabang. Tunas ini memang tumbuh cepat, tapi seringkali menyedot banyak nutrisi. Pemangkasan tunas air berarti menghilangkan bagian tersebut agar tanaman tidak terlalu rimbun dan energi tidak terbuang sia-sia.
Potong tunas air akan memperlancar sirkulasi udara di antara daun, mengurangi kelembapan berlebih, dan menekan risiko serangan penyakit. Studi lain dari Indonesian Journal of Agronomy (2021) juga mencatat bahwa pembuangan tunas air membuat pembentukan buah lebih cepat dan seragam. Lalu mana yang lebih baik untuk dilakukan?
Sebenarnya tidak ada yang lebih unggul secara mutlak. Potong pucuk dan potong tunas air saling melengkapi. Jika tanaman terlalu tinggi, potong pucuk lebih efektif. Namun jika tanaman terlalu rimbun dengan banyak cabang liar, maka potong tunas air yang lebih dibutuhkan.
Petani biasanya mengombinasikan keduanya agar tanaman tetap sehat, produktif, dan panen maksimal. Jadi, kuncinya adalah menyesuaikan kondisi tanaman dan tidak berlebihan dalam memangkas.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah-Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis