Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Viral Pengeroyokan, Polisi Menganggap Kecelakaan

Novanda Nirwana • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:46 WIB

OLAH TKP: Petugas mengukur lokasi kecelakaan maut Bramasta di Pace. Laporan pengeroyokan Bramasta dan temannya tidak terbukti.
OLAH TKP: Petugas mengukur lokasi kecelakaan maut Bramasta di Pace. Laporan pengeroyokan Bramasta dan temannya tidak terbukti.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dugaan pengeroyokan di jalan Desa Kecubung, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Selasa (30/12), tidak terbukti. Polisi memastikan Bramasta Prasetya Bachtiar, 21, warga Desa Mlandangan, Kecamatan Pace yang meninggal dunia dan Faris Nouval, 18, yang terluka, bukan karena dikeroyok. “Mereka mengalami kecelakaan tunggal,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk AKP Heri Buntoro, kemarin. Dugaan awal pengeroyokan muncul dari informasi warga. Namun setelah dilakukan penyelidikan mendalam dan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun keterlibatan kendaraan lain. “Kami pastikan itu murni kecelakaan lalu lintas tunggal,” tegas Heri.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Sepeda motor Honda Vario 160 yang dikendarai Bramasta yang berboncengan dengan Faris melaju dari arah Pace menuju Loceret. Di lokasi kejadian, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat melintasi jalan menikung ke kiri.“Pengendara tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, berpindah ke jalur kanan, kemudian menabrak tembok pagar rumah di sisi selatan jalan,” jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, Bramasta meninggal dunia di tempat. Sementara Faris mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Heri menambahkan, sebelum kejadian kedua korban diketahui berniat membeli nasi pecel. Mereka berangkat dari wilayah Pace menuju kawasan Loceret pada dini hari.

Terkait dugaan korban berada di bawah pengaruh alkohol, penyidik menemukan indikasi awal di lapangan. “Menurut penyidik di TKP, korban memang tercium bau alkohol. Namun untuk memastikan kadar alkohol dalam tubuh korban, itu merupakan kewenangan dokter melalui pemeriksaan medis,” ujarnya.

Polisi memastikan tidak ditemukan bekas benturan dengan kendaraan lain maupun indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Kasus kecelakaan ini pun dikategorikan sebagai laka tunggal. “Kami pastikan itu murni kecelakaan lalu lintas tunggal,” pungkasnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari, serta tidak mengemudi dalam kondisi tidak prima demi keselamatan bersama. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#kecelakaan lalu lintas #nganjuk