Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Rutan Kelas IIB Alami Overload di Awal 2026

Novanda Nirwana • Senin, 9 Februari 2026 | 09:15 WIB

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk hingga kini masih overload. Dari kapasitas ideal 170 orang, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat ini mencapai 298 orang.
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk hingga kini masih overload. Dari kapasitas ideal 170 orang, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat ini mencapai 298 orang.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk hingga kini masih overload. Dari kapasitas ideal 170 orang, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat ini mencapai 298 orang. Kepadatan ini masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam pengelolaan rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya mengakui, kondisi di Rutan Nganjuk tersebut belum ideal. Namun, dia menegaskan, angka tersebut sudah menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan situasi saat awal dirinya ditugaskan di Nganjuk.

“Saat pertama kali saya bertugas di sini pada Juni tahun lalu, jumlah warga binaan masih sekitar 460 orang. Sekarang sudah jauh berkurang,” ujar Arief.

Menurutnya, penurunan jumlah WBP dilakukan secara bertahap melalui berbagai langkah penataan. Salah satu upaya utama adalah pemindahan narapidana ke sejumlah lembaga pemasyarakatan lain, disesuaikan dengan klasifikasi dan masa pidana masing-masing warga binaan.“Kami rutin melakukan pemindahan ke beberapa lapas agar sesuai dengan hukuman dan kebutuhan pembinaan warga binaan,” ujarnya.

Meski demikian, overload berpotensi memicu gangguan keamanan apabila tidak diimbangi dengan pengawasan ketat dan penataan yang berkelanjutan. Karena itu, pihak Rutan Nganjuk terus melakukan evaluasi internal. Selain pemindahan napi, pengaturan blok hunian, penguatan pengawasan, hingga optimalisasi jadwal kegiatan pembinaan terus dibenahi. “Target kami bukan hanya menurunkan angka, tapi juga menjaga agar kondisi rutan tetap aman dan kondusif,” tegas Arief.

Kondisi overkapasitas rutan menjadi sorotan seiring dengan kasus kaburnya narapidana beberapa waktu lalu. Arief menegaskan, meski ada insiden tersebut, secara umum situasi keamanan rutan tetap terkendali dan tidak terlepas dari upaya pengurangan kepadatan hunian.

Rutan Kelas IIB Nganjuk akan terus berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur untuk menyesuaikan daya tampung dan distribusi warga binaan. “Pengurangan jumlah warga binaan akan terus kami upayakan, agar rutan bisa berfungsi optimal sesuai kapasitasnya,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#rutan #nganjuk #narapidana #overload